Jumat, 03 Desember 2010

Pewarisan Sifat (Genetika)



wilhelm_johannsenGEN

Istilah gen diciptakan oleh W.johannsen pada tahun 1909.Gen adalah unit instruksi untuk menghasilkan atau mempengaruhi suatu sifat herediter tertentu.Gen terdiri dari DNA yang diselubungi dan diikat oleh protein.

Letak dan simbol Gen
Letak suatu gen pada kromosom disebut lokus.Lokus pada kromosom dianalogikan seperti manik-manik yang berjejer lurus pada seuntai benang.Oleh karena lokus gen terdapat pada tiap kromosom, sedangkan kromosom sel diploid selalu berpasangan (memiliki kromosom homolog), setiap sel diploid memiliki dua lokus untuk setiap karakter sifat herediternya.Letak gen-gen yang terdapat pada suatu kromosom disimbolkan dengan garis-garis pendek horizontal.yang melawati garis panjang vertikal.Garis vertikal merupakan simbol untuk kromosom.Oleh karena letak gen linier, garis-garis pendek tersebut juga digambarkan berjejer linier.Simbol gen untuk setiap garis pendek menggunakan huruf latin kecil atau besar.Simbol gen yang menunjukkan karakter resesif biasanya ditulis dengan huruf kecil sedangkan yang dominan ditulis dengan huruf besar.Misalnya dalam penulisannya Dd, Kk, dan seterusnya.

ALEL
Konsep mengenai gen berkaitan dengan alel.Istilah alel diperkenalkan oleh W.Bateson dan E.R.Saunders pada tahun 1902.Alel berasal dari kata latin allelon yang berarti bentuk lain. Alel disebut juga sebagai versi alternatif gen yang menjelaskan adanya variasi pada pewarisan suatu sifat.Misalnya gen A berperan untuk menumbuhkan karakter pigmentasi kulit secara normal.Karena suatu hal, gen A mengalami mutasi sehingga tidak mampu menimbulkan pigmentasi kulit secara normal (gen A termutasi menjadi a).Gen a menimbulkan karakter albinisme (tidak terbentuk melanin = albino).Gen a menimbulkan karakter resesif, yang berarti ekspresi gen a ditutupi (tidak memiliki efek yang jelas pada penampakan organisme) bila bersama-sama dengangen A.Sebaliknya gen A (dapat membentuk melanin) disebut dominan terhadap gen a karena gen A diekspresikan sepenuhnya pada penampakan fisik organisme.

Letak dan Simbol Alel
Dua gen misalnya gen B dan b terletak pada lokus yang sama dari suatu kromosom dan kromosom homolog.Letak pasangan alel tersebut saling bersesuaian.Gen sealel harus diberi simbol dengan huruf yang sama tetapi dibedakan.Bila pengaruh kedua alel untuk menumbuhkan suatu karakter yang sama dominannya, kedua alel tersebut ditulis dengan huruf yang sama, atau dalam keadaan homozigot (alel identik).Namun jika pengaruhnya menimbulkan suatu karakter yang berbeda, kedua alel harus ditulis berbeda atau dalam keadaan heterozigot (dua alel yang berbeda).Penampakan organisme secara fisik disebut fenotip dan penyusun genetiknya disebut genotip.Untuk itu pengertian Fenotip adalah karakteristik atau ciri yang dapat diukur dan nyata pada suatu individu. Sedangkan genotip adalah susunan genetis suatu karakter yang dimiliki suatu individu.

Gen letal

ayam-creeperGen letal adalah gen kematian adalah gen yang apabila dalam keadaan homozigotik dapat menyebabkan kematian individumyang memilikiya.ada gen yang bersifat dominan ada yang bersifat ressesif.
GEN LETAL DOMINAN
Gen letal dominan ialah gen dominan yang bila homozigottik akan menyebabkan individunya mati. Beberapa contoh dapat dikemukakan disini :
1.Pada ayam Creeper.
Pada ayam dikenal gen dominan C yang jika homozigot menyebabkan sifet letal,alelnya resesif c mengatur pertumbuhuhan tulang .ayam heterozigotnya Cc yaitu ayamnya hidup tapi menunjukkan kecacatan yaitu memiliki kaki pendek disebut ayam redep ( dalam bahasa inggris disebut creeper) meskipun ayam ini hidup tetapi sebenarnya menderita penyakit keturunan yang disebut achondraplasi.ayam homozigot yang dihasilkan tidak pernah dijumpai hidup sebab sudah mati sejah masih embrio banyak kelainan padanya misal kepala rusak,tulang tidak terbentuk,mata mengecil dan rusak. Perkawinan antar dua ayam creeper menghasilkan perbandingan 2 ayam creeper : 1 ayam normal : 1 letal.
Bagai mana jika gen letal CC tidak pernah ada bisa terjadi ayam creeper? Sebenarnya ayam creeper (Cc) dihasilkan dari ayan normal (cc) yang salah satu gen resesif c mengalami mutasi gen menjadi gen dominan C.
Perhatikan papan catur persilangan ayam creeper berikut :
creeper

2. Pada manusia dikenal Brakhifalangi,ialah keadaan orang dengan jari pendek disebabkan tulang – tulang jari pendek dan menjadi satu.. cacat ini diakibatkan oleh gen B yang besifat keturunan. Penderita brakhifalangi ialah heterozigot Bb,sedang orang yang normal adalah homozigot resesif bb sedang homozigot dominan BB akan menunjukkan sifat letak. Jika 2 orang yang sama-sama brakhifalangi menikah maka akan menunjukkan perbandingan 2 brakhifalang :1 normal : 1 letal
Perhatikan bagan berikut :

Brakhifalangi

Brakhifalangi

3.Pada tikus gen letal dominan Y (dari bhs inggris yellow)
Yang dalam kondisi hetero zigot menyebabkan kulit tikus berpigmen kuning.tikus homozigot dominan YY tidak dikenal karena letal.tikus homozigot resesif yy normal berbulu kelabu.
Persilangan dua tikus kuning menyebabkan perbandingan 2 tikus kuning : 1 tikus kelabu (normal). Perhatikan peta persilangan berikut ini.


Dari persilangan tersebut tampak gendomina letal baru akan muncul dari perkawinan heterozigot dan dalam keadaan heterozigot gen dominan letal tidak menyebabkan kematian namun biasanya menimbulkan kecacatan.

GEN LETAL RESESIF
Beberapa contoh dapat diberikan disini :
1.Pada jagung ( Zea mays ) dikenal gen dominan G yang bila dalam kondisi homozigot menyebabkan tanaman membentuk klorofil (zat hijau daun) secaranormal, sehingga daun berdaun hijau benar alel nya resesif g bila homozigot gg akan menyebabkan gen letal , sebab klorofil tidak akan terbentuk samasekali pada zigot sehingga kecambah akan segera mati.
Tanaman heterozigot Gg akan mempunyai daun hijau kekuning-kuningan, tetapi akan hidup terus sampai dapat menghasilkan buah dan biji jadi tergolong normal. Jika kedua tanaman yang heterozigot ini sama-sama disilangkan akan diperoleh pebandingan 1 berdaun dijau normal : 2 berdaun hijau kekuning-kuningan .akan tetapi bagaimanapun juga semua keturunannya normal semua.
Perhatikal papan punnel berikut ini
punnel
3.Pada manusia dikenal gen letal resesif i yang jika homozigot akan memperlihatkan pengaruhnya letal. Yaitu munculnya penyakit ichtyosis congenita kulit menjadi kering dan bertanduk, pada permukaan tubuh terdapat benda-benda berdarah. Biasanya bayi telah mati sebelum dilahirkan.
Orang dengan homozigot dominan II dan heterozigot Ii adalah normal. Hanya pada perkawinan dengan sama-sama heterozigot akan memunculkan peluang gen letal. Perhatikan diagaram punell berikut ini.
punnel2

KODE GENETIK


kode-genetika

kode-genetika

Gen tertentu membawa informasi yang dibutuhkan untuk membuat protein dan informasi itulah yang disebut sebagai kode genetik. Dengan kata lain, kode genetik adalah cara pengkodean urutan nukleotida pada DNA atau RNA utnuk menentukan urutan asam amino pada saat sintesis protein. Informasi pada kode genetik ditentukan oleh basa nitrogen pada rantai DNA yang akan menentukan susunan asam amino.

Dalam tahun 1968 nirenberg, khorana dan Holley menerima hadiah nobel untuk penelitian mereka yang sukses menciptakan kode-kode genetik yang hingga sekarang kita kenal. Seperti kita ketahui asam amino dikenal ada 20 macam. Yang menjadi masalah bagaimana 4 basa nitrogen ini dapat mengkode 20 macam asam amino yang diperlukan untuk mengontrol semua aktifitas sel?
Para peneliti melakukan penelitian pada bakteri E. Coli mula mula digunakan basa nitrogen singlet maka diper oleh 4 asam amino saja yang dapat diterjemahkan padahal ke 20 asam amino ini harus diterjemahkan semua agar protein yang dihasilkan dapat digunakan, kemudian para ilmuwan mencobalagi dengan kodon duplet dan baru dapat untuk menterjemahlkan 16 asam amino ini pun belum cukup juga. Kemudian dicoba dengan triplet dan dapat menterjemahkan 64 asam amino hal ini tidak mengapa sekalipun melebihi 20 asam amino toh dari 64 asam amino yang diterjemahkan ada yang memilii simbul/fungsi yang sama diantaranya (kodon asam assparat(GAU dan GAS) sama dengan asam
asam tirosin(UAU,UAS) sama juga dengan triptopan(UGG) bahkan ini sangat menguntungkan pada proses pembentukkan protein karena dapat menggantikan asam amino yang kemungkinan rusan selain itu dari 20 asam amino diantaranya ada yang berfungsi sebagai agen pemotong gen atau tidak dapat bersambung lagi dengan doubel helix asam amino yang berfungsi sebagai agen pemotong gen diantaranya (UAA,UAG,UGA)
beberapa sifat dari kode triplet diantaranya :
1. kode genetik ini mempunyai banyak sinonim sehingga hampir setiap asam amino dinyatakan oleh lebih dari sebuah kodon. Contoh semua kodon yang diawali dengan SS memperinci prolin,(SSU,SSS,SSA dan SSG) semua kodon yang diawali dengan AS memperinci treosin(ASU,ASS,ASA,ASG).
2. tidak tumpang tindih,artinya tiada satu basa tungggalpun yang dapat mengambil bagian dalam pembentukan lebih dari satu kodon,sehingga 64 itu berbeda-beda nukleotidanya.
3. kode genetik dapat mempunyai dua arti yaitu kodon yang sama dapat memperinci lebih dari satu asam amino.
4. kode genetik itu ternyata universal

Tiap triplet yang mewakili informasi bagi suatu asam amino tertentu dinyatakan sebagai kodon.Kode genetika bersifat degeneratif dikarenakan 18 dan 20 macam asam amino ditentukan oleh lebih dari satu kodon, yang disebut kodon sinonimus.Hanya metionin dan triptofan yang memiliki kodon tunggal.Kodon sinonimus tidak ditempatkan secara acak, tetapi dikelompokkan.Kodon sinnonimus memiliki perbedaan pada urutan basa ketiga.

SINTESIS PROTEIN

anatomi-ribosom

anatomi-ribosom

Ada banyak tahapan antara ekspresi genotip ke fenotip.Gen-gen tidak dapat langsung begitu saja menghasilkan fenotip-fenotip tertentu.Fenotip suatu individu ditentukan oleh aktivitas enzim (protein fungsional).Enzim yang berbeda akan menimbulkan fenotip yang berbeda pula.Perbedaan satu enzim dengan enzim yang lain ditentukan oleh jumlah jenis dan susunan asam amino penyusun protein enzim.Pembentukan asam amino ditentukan oleh gen atau DNA.
Ekspresi gen merupakan proses dimana informasi yang dikode di dalam gen diterjemahkan menjadi urutan asam amino selama sintesis protein.Dogma sentral mengenai akspresi gen, yaitu DNA yang membawa informasi genetik yang ditrnaskripsi oleh RNA, dan RNA diterjemahkan menjadi polipeptida.Ekspresi gen merupakan sintesis protein yang terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pertama urutan rantai nukleotida tempale (cetakan) dari suatu DNA untai ganda disalin untuk menghasilkan satu rantai molekul RNA.Proses ini disebut transkripsi dan berlangsung di inti sel.Tahap kedua merupakan sintesis pilopeptida dengan urutan spesifik berdasarkan rantai RNA yang dibuat pada tahap pertama.Proses ini disebut translasi.

Transkripsi

transkripsi-dan-translasi

transkripsi-dan-translasi

Transkripsi merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau sense, sedangkan rantai DNA komplemennya disebut rantai antisense.Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi.
RNa dihasilkan dari aktivitas enzim RNA polimerase.Transkripsi terdiri dari tiga tahap, yaitu inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan), dan terminasi (pengakhiran) rantai RNA.

Inisiasi
Daerah DNA dimana RNA polimerase melekat dan mengawali transkripsi disebut promoter.Suatu promoter mencakup titik awal transkripsi dan biasanya membentang beberapa pasangan nukleotida di depan titik awal tersebut.Selain itu, promoter juga menentukan di mana transkripsi dimulai, promoter juga menentukan yang mana dari kedua untai heliks DNA yang digunakan sebagai cetakan.

Elogasi
Setelah sintesis RNA berlangsung, NDA heliks ganda terbentuk kembali dan molekul RNA baru akan dilepas dari cetakan DNA-nya.Transkripsi berlanjut pada laju kira-kira 60 nukleotida per detik pada sel eukariotik.

Terminasi


Transkripsi berlangsung sampai RNA polimerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut terminator.Terminator merupakan suatu urutan DNA yang berfungsi menghentikan proses transkripsi.Pada sel prokariotik, transkripsi biasanya berhenti tepat pada saat RNA polimerase mencapai titik terminasi.Sedangkan pada sel eukariotik, RNA pilomerase terus melawati titik terminasi.RNA yang telah terbentuk akan terlepas dari enzim tersebut.

Translasi
Dalam proses translasi, sel menginterpretasikan suatu kode genetik menjadi protein yang sesuai.Kode geneti tersebut berupa serangkaian kodon di sepanjang molekul RNAd, interpreternya adalah RNAt.RNAt mentransfer asam amino-asam amino dari kolam asam amino di sitoplasma ke ribosom.Molekul RNAt tidak semuanya identik.Pada tiap asam amino digabungkan dengan RNAt yang sesuai oleh suatu enzim spesifik yang disebut aminoasil-RNAt sintetase ( aminoacyl-tRNA synthetase ).Ribosom memudahkan pelekatan yang spesifik antara antikodon RNAt dengan kodon RNAd selama sintesis protein.Sebuah ribosom tersusun dari dua subunit, yaitu subunit besar dan subunit kecil.Subunit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNAr.
Tahap translasi dapat dibagi menjadi tiga tahap seperti transkripsi, yaitu inisiasi elongasi, dan terminasi.Semua tahapan ini memerlukan faktor-faktor protein yang membantu RNAd, RNAt, dan ribosom selama proses translasi.Inisiasi dan elongasi rantai polipeptida jga membutuhkan sejumlah energi yang disediakan oleh GTP (guanosin triphosphat), suatu molekul yang mirip ATP.

inisiasi
Tahap inisiasi dari translasi terjadi dengan adanya RNAd, sebuah RNAt yang memuat asam amino pertma dari polipeptida, dan dua subunit ribosom.Pertama, subunit ribosom kecil mengikatkan diri pada RNAd dan RNAt inisiator.Di dekat tempat pelekatan ribosom subunit kecil pada RNAd terdapat kodon inisiasi AUG, yang memberikan sinyal dimulainya proses translasi.RNAt inisiator, yang membawa asam amino metionin, melekat pada kodon inisiasi AUG.
Oleh karenanya, persyaratan inisiasi adalah kodon RNAd harus mengandung triplet AUG dan terdapat RNAt inisiator berisi antikodon UAC yang membawa metionin.Jadi pada setiap proses translasi, metionin selalu menjadi asam amino awal yang diingat.Triplet AUG dikatakan sebagai start codon karena berfungsi sebagai kodon awal translasi.

Elongasi

Pada tahap elongasi dari translasi, asam amino berikutnya ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin).
Pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul RNAt yang komplemen dengannya.Molekul RNAr dari subunit ribosom besar berfungsi sebagai enzim, yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkanpolipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba.Pada tahap ini polipeptida memisahkan diri dari RNAt tempat perlekatannya semula, dan asam amino pada ujung karboksilnya berikatan dengan asam amino yang dibawa oleh RNAt yang baru masuk.Saat RNAd berpindah tempat, antikodonnya tetap berikatan dengan kodon RNAt.RNAd bergerak bersama-sama dengan antikodon dan bergeser ke kodon berikutnya yang akan ditranslasi.Sementara itu, RNAt yang tanpa asam amino telah diikatkan pada polipeptida yang sedang memanjang dan selanjutnya RNAt keluar dari ribosom.Langkah ini membutuhkan energi yang disediakan oleh hirolisis GTP.Kemudian RNAd bergerak melalui ribosom ke satu arah saja, kodon satu ke kodon lainnya hingga rantai polipeptidanya lengkap.

terminasi
Tahap akhir translasi adalah terminasi.Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai kodon stop.Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG, atau UGA.Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sebagai sinyal untuk menghentikan translasi.

DNA dan RNA


dna

dna

DNA
DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) merupakan tempat penyimpanan informasi genetik.

Struktur DNA
Pada tahun 1953, Frances Crick dan James Watson menemukan model molekul DNA sebagai suatu struktur heliks beruntai ganda, atau yang lebih dikenal dengan heliks ganda Watson-Crick.DNA merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang-ulang, tersusun rangkap, membentuk DNA haliks ganda dan berpilin ke kanan.Setiap nukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu :
- Gula 5 karbon (2-deoksiribosa)
- basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin (Adenin = A) dan guanin (guanini = G), serta golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine = C) dan timin (thymine = T)
- gugus fosfat

Berikut susunan struktur kimia komponen penyusun DNA :
Baik purin ataupun pirimidin yang berkaitan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer untuk sintesis DNA.Prekursor merupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat.DNA tersusun dari empat jenis monomer nukleotida.
Keempat basa nitrogen nukleotida di dalam DNA tidak berjumlah sama rata.Akan tetapi, pada setiap molekul DNA, jumlah adenin (A) selalu sama dengan jumlah timin (T).Demikian pula jumlah guanin (G) dengan sitisin(C) selalu sama.Fenomena ini dinamakan ketentuan Chargaff.Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T) dan membentuk dua ikatan hidrogen (A=T), sedagkan sitosin (C) selalu berpasangan dengan guanin (G) dan membentuk 3 ikatan hirogen (C = G).

Stabilitas DNA heliks ganda ditentukan oleh susunan basa dan ikatan hidrogen yang terbentuk sepanjang rantai tersebut.karean perubahan jumlah hidrogen ini, tidak mengehrankan bahwa ikatan C=G memerlukan tenaga yang lebih besar untuk memisahkannya.
DNA merupakan makromolekul yang struktur primernya adalah polinukleotida rantai rangkap berpilin.Sturktur ini diibaratkan sebagai sebuah tangga.Anak tangganya adalah susunan basa nitrogen, dengan ikatan A-T dan G-C.Kedua “tulang punggung tangganya” adalah gula ribosa.Antara mononukleotida satu dengan yang lainnya berhubungan secara kimia melalui ikatan fosfodiester.
DNA heliks ganda yang panjangnya juga memiliki suatu polaritas.Polaritas heliks ganda berlawanan orientasi satu sama lain.Kedua rantai polinukleotida DNA yang membentuk heliks ganda berjajar secara antipararel.Jika digambarkan sebagai berikut :

Replikasi DNA
Replikasi adalah peristiwa sintesis DNA.Saat suatu sel membelah secara mitosis, tiap-tiap sel hasila pembelahan mengandung DNA penuh dan identik seperti induknya.Dengan demikian, DNA harus secara tepat direplikasi sebelum pembelahan dimulai.Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama.Proses komplementasi pasangan basa menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama sebagai cetakan.Kemungkinan terjadinya replikasi dapat melalui tiga model.
Model pertama adalah model konservatif, yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah, berfungsi sebagai cetakan untuk dua dua rantai DNA baru.
Model kedua disebut model semikonservatif, yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama tersebut.Model ketiga adalah model dispersif, yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebgai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru.

Berikut adalah gambaran replikasi yang terjadi terhadap DNA :
Dari ketiga model replikasi tersebut, model semikonservatif merupakan model yang tepat untuk proses replikasi DNA.Replikasi DNA semikonservatif ini berlaku bagi organisme prokariot maupun eukariot.Perbedaan replikasi antara organisme prokariot dengan eukariot adalah dalam hal jenis dan jumlah enzim yang terlibat, serta kecepatan dan kompleksitas replkasi DNA.Pada organisme eukariot, peristiwa replikasi terjadi sebelum pembelahan mitosis, tepatnya pada fase sintsis dalam siklus pembelahan sel.

RNA

rna

rna

RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik.RNA sebagai penyimpan informasi genetik misalnya pada materi genetik virus, terutama golongan retrovirus.RNA sebagai penyalur informasi genetik misalnya pada proses translasi untuk sintesis protein.RNA juga dapat berfungsi sebagai enzim ( ribozim ) yang dapat mengkalis formasi RNA-nya sendiri atau molekul RNA lain.

Struktur RNA
RNA merupakan rantai tungga polinukleotida.Setiap ribonukleotida terdiri dari tiga gugus molekul, yaitu :
- 5 karbon
- basa nitrogen yang terdiri dari golongan purin (yang sama dengan DNA) dan golongan pirimidin yang berbeda yaitu sitosin (C) dan Urasil (U)
- gugus fosfat

Purin dan pirimidin yang berkaitan dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis DNA.Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau ribonukleotida.RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan DNA.

Tipe RNA
RNA terdiri dari tiga tipe, yaitu mRNA ( messenger RNA ) atau RNAd ( RNA duta ), tRNA ( transfer RNA ) atau RNAt ( RNA transfer ), dan rRNA ( ribosomal RNA ) atau RNAr ( RNA ribosomal ).

RNAd
RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer dengan salah satu urutan basa rantai DNA.RNAd membawa pesan atau kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke ribosom (di sitoplasma).Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan utnuk menetukan spesifitas urutan asam amino pada rantai polipeptida.RNAd berupa rantai tunggal yang relatif panjang.Berikut gambarnya :

RNAr
RNAr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom.Setiap subunit ribosom terdiri dari 30 – 46% molekul RNAr dan 70 – 80% protein.

RNAt
RNAt merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom.Pada salah satu ujung RNAt terdapat tiga rangkaian baa pendek ( disebut antikodon ).Suatu asam amino akan melekat pada ujung RNAt yang berseberangan dengan ujung antikodon.Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya RNAt, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada RNAd.

Perbedaan antara DNA dan RNA
Berdasarkan penjelasan sebelumnya kita dapat menyimpulkan beberapa perbedaan antara DNA dengan RNA sebagai berikut :
- komponen :
Gula pada DNA deoksiribosa , sedangkan RNA adalah ribosa
Basa nitrogen : – purin — DNA adalah Adenin dan Guanin, pada RNA adalah Adenin dan Guanin
- Pirimidin — DNA adalah Timin dan sitosin, pada RNA adalah Urasil dan sitosin
- Bentuk : — DNA berbentuk rantai panjang , ganda, dan berpilin (double heliks)
— RNA berbentuk rantai pendek, tunggal, dan tidak berpilin
- Letak : — DNA terletak di dalam nukleus, kloroplas, mitokondria
– RNA terletak di dalam nukleus, sitoplasma, kloroplas, mitokondria
- Kadar : — DNA tetap
– RNA tidak tetap


Mengenal Kromosom


animalcellsfigure1Dalam kehidupan kita sehari-hari sering mendengar kata tes DNA, tanaman hasil rekayasa genetika, dan penyakit-penyakit kelainan yang disebabkan rusaknya sel kromosom.Tes DNA belakangan ini semakin marak yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang, baik untuk negetahui jasat yang meninggal akibat bencana seperti terbakar, sudah menjadi tulang, atau bahkan tes DNA digunakan juga untuk mengetahui kebenaran antara anak dan orang tua.Selain itu juga sering kita mempelajari hal-hal yang berbau bioteknologi seperti rekayasa genetika, baik itu dialami oleh tumbuhan dan binatang.Dalam bidang kedokteran pun kita pernah mendengar pasien yang menderita penyakit kelainan yang disebabkan oleh rusaknya kromosom, sehingga bentuk tubuh atau perilaku orang tersebut tidak lazim atau normal.Berbagai macam pertanyaan mencuat, seperti Tahukah anda apa maksud tes DNA? lalu mengapa tanaman direkayasa gen-gennya? Kemudian apa yang menyebabkan kromosom menjadi rusak sehingga terjadi kelainan?
Ketiga hal tersebut berhubungan dengan kromosom, gen, dan DNA.Untuk kita akan membahas lebih dalam mengenai ketiga hal tersebut yang berkaitan dengan sebuah kehidupan.

KROMOSOM

chromosome

chromosome

Bagian utama dari sebuah sel terdiri atas nukleus dan sitoplasma.Di dalam nukleus terdapt benang-benang halus yang disebut kromatin.
Bila sel siap membelah, benang-benang halus tersebut itu dipintal dan membentuk kromosom.Kromosom adalah suatu struktur padat yang terdiri dari dua komponen molekul, yaitu protein dan DNA.Struktur padat kromosom hanya dapat terlihat dengan jelas pada tahap metafase saat pembelahan sel.

Nukleosom ( unit Dasar Kromosom )
Cara penyusunan molekul DNA dan protein dalam kromosom sebenarnya cukup rumit.Pengemasan DNA dalam kromosom terjadi pada tahap profaseSecara ringkas pengemasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaitu histon menjadi suatu bentukan yang disebut unit nukleosom.Unit-unit nukleosom tersusun padat membentuk benang yang lebih padat dan terpintal menjadi lipatan-lipatan solenoid.Lipatan solenoid tersusun padat menjadi benang kromatin.Benang-benang kromatin tersusun memadat menjadi lengan kromatid.Lengan kromatid kembar disebut kromosom.

Bagian-bagian dan bentuk Kromosom
Suatu kromosom terdiri dari beberapa bagian, yaitu kromatid, kromomer, sentromer atau kinetokor, satelit, dan telomer.
Kromatid
Kromatid adalah salah satu dari dua lengan hasil reolikasi (perbanyakan) kromosom.Kromatid melekat satu sama lain di bagaian sentromer.Istilah lain untuk kromatid adalah kromonema (jamak; kromonemata) yang merupakan filamen yang sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase).
Kromomer
Kromomer merupakan struktur berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang terkadang terlihat saat interfase.Kromomer sangat jelas terlihat pada kromosom politen (kromosom dengan DNA yang telah direplikasi berulang kali tanpa adanya pemisahan dan terletak berdampingan sehingga bentuk kromosom seperti kawat).
Sentromer

sentromer

sentromer

Sentromer adalah daerah konstriksi (pelekukan) di sekitar pertengahan kromosom.pada sentromer terdapat kinetokor.Kinetokor adalah bagian kromosom yang merupakan tempat pelekatan benang-benang spindel selama pembelahan inti dan merupakan tempat melekatnya lengan kromosom.
Satelit
Satelit adalah bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan terletak di ujung lengan kromatid.Satelit terbentuk karena adanya konstriksi sekunder di daerah tersebut.
Telomer
Telomer merupakan istilah yang menunjukkan daerah terujung pada kromosom.Telomer berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian ujung kromosom agar DNA di daerah tersebut tidak terurai.
Menurut letak sentromer pada lengan kromatid, kromosom dibagi menjadi empat macam bentuk, yaitu kromosom metasentrik, kromosom submetasentrik, kromosom akrosentrik, dan kromosom telosentrik.Kromosom metasentrik adalah kromosom yang letak sentromernya di tengah-tengah lengan kromatid, sehingga secara relatif sentromer membagi kromatid menjadi dua bagian.Kromosom submetasentrik adalah kromosom yang letak sentromernya tidak berada di tengah-tengah lengan kromatid sehingga kromatid tidak terbagi sama panjangnya.Kromosom Akrosentrik adalah kromosom yang letak sentromernya berda pada posisi antara ujung dengan bagian tengah kromatid.Kromosom telosentrik adalah kromosom yang letak sentromernya di ujung suatu kromatid.

Tipe dan jumlah Kromosom
Tipe dan jumlah kromosom setiap makhluk hidup berbeda-beda.Dengan mikroskop cahaya, seluruh kromosom dapat dibedakan satu dengan yang lain dari penampilannya.Hal ini dikarenakan ukuran kromosom dan posisi sentromernya berbeda.Masing-masing kromosom juga memiliki suatu pola pita atau garis tertentu ketika diberi zat warna tertentu.Tampilan visual kromosom setiap individu dinamakan kariotipe.
Pada manuisa, setiap sel somatik (semua sel selain sperma dan ovum) berjumlah 46 kromosom.Kromosom-kromosom tersebut dapat disusun berpasang-pasangan dimulai dengan kromosom yang terpanjang.Kromosom yang membentuk pasangan memiliki panjang, posisi sentromer, dan pola pewarnaan yang sama dinamakan kromosom homolog.Kedua kromosom dari setiap pasangan membawa gen (unit instruksi yang mempengaruhi sifat herediter tertentu) yang mengendalikan karakter warisan yang sama.Terjadinya pasangan kromosom homolog dalam kariotipe adalah konsekuensi dari asal-usul seksual.Setiap individu mewarisi sebuah kromosom dari setiap pasangan kromosom dari masing-masing induknya.Dengan demikian, pada manusia ke-46 kromosom dalam sel somatik sebenarnya adalah dua set maternal (dari ibu) dan satu set paternal (dari ayah).
Ada satu pengecualian penting terhadap aturan kromosom homolog ini untuk sel somatik, yaitu adanya dua kromosom unik, disebut sebagai X dan Y.Betina memilki sepasang kromosom homolog X (XX), jantan memiliki sebuah kromosom X dan sebuah kromosom Y (XY).Karena keduanya menentukan jenis kelamin suatu individu, kromosom X dan Y dinamakan gonosom atau kromosom seks.
Kromosom lainnya selain gonosom dinamakan autosom atau kromosom tubuh.Untuk itu perhitungan jumlah kromosom pada manusia adalah 22 pasang autosom dan sepasang gonosom.Meskipun mammalia betina, termasuk manusia mewarisi du kromosom X, salah satu kromosom X pada setiap sel hampir tidak aktif sama sekali pada waktu perkembangan embriotik.Kromosom X yang tidakaktif pada setiap sel mammalia betina mengalami pemadatan menjadi benda padat, disebut Barr body.barr body letaknya memanjang, terlihat berada di dalam sel somatik betina pada tahap interfase.Sebagian besar gen pada kromosom X yang membentuk Barr Body tidak diekspresikan, meskipun beberapa gen tetap aktif.Sperma dan ovum berbeda dari sel somatik dalam jumlah kromosomnya.Masing-masing sel kelamin atau gamet ini memiliki suatu set tunggal 22 autosom (22A) ditambah satu set kromosom seks yaitu X dan Y.Sebuah sel dengan satu set kromosom tunggal dinamakan sel haploid.Untuk manusia, jumlah haploid adalah 23 ( n = 23).Berikut daftar jumlah kromosom dari beberapa jenis hewan dan manusia.

Peran Kromosom dalam Membawa Sifat Individu
DNA merupakan molekul panjang yang menyimpan informasi genetik.Total informasi genetis yang di dalam DNA suatu sel disebut genom.Genom DNA tersusun atas gen-gen.Tiap gen mengandung satu unit informasi mengenai suatu karakter yang dapat diamati.
Gen terdapat di dalam kromosom, dengan kata lain gen adalah fragmen DNA di dalam kromosom.

Sistem Pernafasan pada Manusia

Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi

Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas

o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru

Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.

Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.

Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).

Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.

Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.

Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.

Organ Tumbuhan

Diarsipkan di bawah: Struktur Tumbuhan — gurungeblog @ 3:50 am
Tags: , , , , , ,
anatomi-akar

Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni: akar, batang, daun.
Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh: umbi modifikasi akar, bunga modifikasi dari ranting dan daun.

AKAR

Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

1. Fungsi Akar
a. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
b. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
c. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut

2. Anatomi Akar


Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele

a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

d.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

BATANG
Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

Jaringan Batang

Jaringan Batang

1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

2. Batang Monokotil
Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang
artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

DAUN

anatomi-daun

anatomi-daun

Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

Protozoa

Protozoa adalah organisme yang bersel tunggal, dimana beberapa spesies mempunyai lebih dari satu nukleus (inti sel) pada bagian atau seluruh daur hidupnya. Seperti halnya sel pada tubuh makhluk hidup lainnya, sel protozoa dilapisi oleh tiga lapisan uni membran yang didalamnya terdapat ektoplasma, endoplasma dan nukleus. Dalam endoplasma ditemukan nukleus, mitokondria, badan golgi dan sebagainya, sedangkan ektoplasma ditemukan flagela , cilia dan sebagainya. Protozoa pada dasarnya bergerak menggunakan 4 tipe organela yang merupakan bagian dari ektoplasma yaitu:
Flagela, cilia, pseudopodia dan undulata bergerigi.
- Flagella: bentuk langsing seperti rambut tunggal yang panjang
- Cilia: Bentuk flagela yang kecil dan lebih pendek
- Pseudopodia: Organela sementara yang menonjol biasanya digunakan untuk bergerak/menangkap makanan.
- Gerigi undulata: Pergerakan dengan menggunakan bentuk gelombang dari sel dengan pergerakan dari belakang kedepan dan sebaliknya.
Biasanya protozoa mempunyai dua stadium yang selalu dialaminya yaitu stadium trophozoit yaitu bentuk aktif dan bentuk cyste merupakan bentuk inaktif.

Genus: Entamuba

Klasifikasi:
Class : Rhizopoda
Ordo: Amoebida
Genus: Entamoeba
Spesies: Entamoeba histolytica
E. coli
E. ginggivalis
Diantara 3 spesies entamoeba, E. histolytica adalah paling patogen pada manusia. Organisme ini adalah salah satu agen penyakit penyebab dysentri. Selama beberapa tahun belakangan diketahui bahwa ada dua jenis entamoeba yang dibedakan menurut ukuran trophozoit dan cystenya. yaitu:
Ukuran besar : Trophozoit: 20-30 m
Cyste: 10-20 m
Ukuran kecil: Trophozoit : 12-15 m
Cyste: 5-9 m
E. histolytica ukuran besar ada dua strain yaitu patogenik dan non-patogenik. Ukuran kecil biasanya non-patogenik. Strain E. histolytica yang patogen adalah merupakan parasit protozoa yang paling penting pada orang dan banyak diteliti.
Daur hidup
Parasit ini mengalami fase pre dan meta dalam daur hidupnya yaitu:
Trophozoit---precyste---Cyste---metacyste-----metacyste trophozoit.
Trophozoit yang mengandung beberapa nukleus (uni nucleate trophozoit) kadang tinggal dibagian bawah usus halus, tetapi lebih sering berada di colon dan rectum dari orang atau monyet serta melekat pada mukosa. Hewan mamalia lain seperti anjing dan kucing juga dapat terinfeksi. Trophozoit yang motil berukuran 18-30 um bersifat monopodial (satu pseudopodia besar). Cytoplasma yang terdiri dari endoplasma dan ektoplasma, berisi vakuola makanan termasuk erytrocyt, leucocyte, sel epithel dari hospes dan bakteria. Didalam usus trophozoit membelah diri secara asexual.
Trophozoit menyusup masuk kedalam mukosa usus besar diantara sel epithel sambil mensekresi enzim proteolytik. Didalam dinding usus tersebut trophozoit terbawa aliran darah menuju hati, paru, otak dan organ lain. Hati adalah organ yang paling sering diserang selain usus. Di dalam hati trophozoit memakan sel parenchym hati sehingga menyebabkan kerusakan hati. Invasi amoeba selain dalam jaringan usus disebut amoebiasis sekunder atau ekstra intestinal.
Trophozoit dalam intestinal akan berubah bentuk menjadi precystic. Bentuknya akan mengecil dan bebentuk spheric dengan ukuran 3,5-20 um. Bentuk cyste yang matang mengandung chromatoid untuk menyimpan unsur nutrisi glycogen yang digunakan sebagai sumber energi. Cyste ini adalah bentuk inaktif yang akan keluar melalui feses.
Cyste sangat tahan terhadap bahan kimia tertentu. Cyste dalam air akan bertahan sampai 1 bulan, sedangkan dalam feses yang mengering dapat bertahan sampai 12 hari. Bila air minum atau makanan terkontaminasi oleh cyste E. histolytica, cyste akan masuk melalui saluran pencernaan menuju ileum dan terjadi excystasi, dinding cyste robek dan keluar amoeba “multinucleus metacystic” yang langsung membelah diri menjadi 8 uninucleat trophozoit muda disebut “amoebulae”. Amoebulae bergerak ke usus besar, makan dan tumbuh dan membelah diri asexual.
Multiplikasi (perbanyakan diri) dari spesies ini terjadi dua kali dalam masa hidupnya yaitu: membelah diri dengan “binary fission” dalam usus pada fase trophozoit dan pembelahan nukleus yang diikuti dengan cytokinesis dalam cyste pada fase metacystic.
Patologi
E. histolytica adalah spesies amoeba yang paling unik dan berbahaya diantara spesies amoeba lainnya yang menginfeksi orang. Hal tersebut karena protozoa ini mempunyai kemampuan untuk menghydrolysis jaringan hospes (histo=jaringan, lytic=lysis). Sekali amoeba ini berkontak dengan mukosa, parasit ini mensekresi enzim proteolytic, sehingga organisme ini dapat berpenetrasi kedalam epithelium kemudian kejaringan yang lebih dalam.
Lesi intestinal
Terjadi pertama didaerah caecum, appendix, colon ascenden dan berkembang ke colon lainnya. Bila sejumlah parasit ini menyerang mukosa akan menimbulkan ulcus(borok), yang mempercepat kerusakan mukosa. Lapisan muskularis usus biasanya lebih tahan. Biasanya lesi akan terhenti didaerah membran basal dari muskularis mukosa dan kemudian terjadi erosi lateral dan berkembang menjadi nekrosis. Jaringan tersebut akan cepat sembuh bila parasit tersebut dihancurkan (mati). Pada lesi awal biasanya tidak terjadi komplikasi dengan bakteri. Pada lesi yang lama (kronis) akan diikuti infeksi sekunder oleh bakteri dan dapat merusak muskularis mukosa, infiltrasi ke sub-mukosa dan bahkan berpenetrasi ke lapisan muskularis dan serosa.
Terjadinya kasus trophozoit terbawa aliran darah dan limfe ke lokasi lain dari tubuh, menyebabkan terjadinya lesi pada organ lain. Tingginya angka kematian karena penyakit ini disebabkan oleh robeknya colon bersamaan dengan terjadinya peritonitis. Lesi sekunder pada organ lain dapat pula ditemukan tetapi lebih sering dijumpai lesi pada hati (sekitar 5% dari kasus amebiasis).
Lesi pada hati
Hal ini terjadi bila trophozoit masuk kedalam venula mesenterika dan bergerak ke hati melalui sistem vena porta hepatis, kemudian masuk melalui kapiler darah portal menuju sinusoid hati dan akhirnya membentuk absces. Besarnya absces cukup bervariasi dari bentuk titik yang kemudian membesar sampai seperti buah anggur. Ditengah absces akan terlihat adanya cairan nekrosis, ditengahnya ada sel stroma hati dan bagian luarnya terlihat jaringan hati yang ditempeli oleh ameba. Bilamana absces pecah serpihan absces akan tersebar dan menginfeksi jaringan lainnya.
Lesi jaringan lainnya
Lesi pada jaringan lainnya seperti lesi pulmonaris (paru), otak, kulit dan penis, terjadi karena metastasis dari jaringan hati. Dimana semua kasus terjadi berasal dari absces jaringan hati.
Diagnosis
Diagnosis terutama dilihat dari gejala klinis dan reaksi tes imunologi. Pemeriksaan dengan sinar x dapat mendiagnosis adanya absces dalam hati. Pemeriksaan sampel feses cukup baik dilakukan untuk mendiagnosis infeksi dalam usus. Pemeriksaan beberapa kali terhadap feses pasien untuk menemukan trophozoit cukup baik dilakukan. Diagnosis secara imunologik cukup baik hasilnya. Penggunaan teknik fluoerscens antibodi cukup baik tetapi tidak dpat membedakan antara E. histolytica dengan E. hartmanni.
Pengobatan
Beberapa obat cukup baik untuk membunuh koloni amebiasis yaitu:
- Asam arsanilik dan derivatnya
- iodichlor hydroxyquinolines
Bererapa antibiotik terutama:
- Tetracycline, cukup baik, tetapi kurang baik untuk infeksi ectopic.
- Chloroquine phosphat dan niridazole, cukup efisien
- Metronidazole, merupakan pilihan tepat karena efektif terhadap amebiasis extra intestinal dan infeksi koloni (dosis 2g/hari, selama 3 hari).
Naegleria fowleri
Class: Rhizopoda
ordo: Amoebida
Genus: Naegleria
sapecies: Naegleria fowleri
Spesies protozoa ini adalah ternmasuk ameba hidup bebas (free living amoeba) Yang hidup dalam air yang menggenang, tanah yang terpolusi dan sistem pembuangan sampah. Ada beberapa spesies amoeba hidup bebas yaitu: Naegleria, Hartmanella dan Acanthamoeba, dimana yang paling dominan ialah spesies Naegleria fowleri.
Fase flagelatnya mempunyai dua flagella yang panjang dan tidak membentuk pseudopodia. Nucleusnya berbentuk vesikuler dan mempunyai endosoma yang besar dan granuler perifer. Vakuola makanan berisi bakteri dan cystenya mempunyai satu nukleus.
Sejak tahun 1964 lebih dari 60 kasus kematian pada orang karena infeksi parasit ini sehingga akibat dari penyakit “meningoencephalitis” (radang selaput otak). Kejadian ini dilaporkan dari negara Ceko, Slovakia, Amerika Serikat, Afrika, New Zealand dan Australia. Naegleria fowleria di isolasi dari kasus kematian tersebut. Ameba ini membunuh hewan percobaan pada beberapa laboratorium pada waktu diinjeksikan intra nasal, intra vena dan intracerebral. Organisme ini tidak membentuk cyste atau flagella dalam tubuh hospes dan vakuolanya berisi sel debris (serpihan sel) dari hospes.
Hampir semua kasus meningoencephalitis sangat erat hubungannya dengan kolam renang atau danau. Hal ini sangat mungkin terjadi trophoszoit masuk melalui hidung pada waktu penderita menyelam dalam air. Kasus yang telah dilaporkan menunjukkan bahwa infeksi terjadi waktu orang Muslim berwudhu dengan membasuh hidung 5 X sehari terjadi pada petani muslim di Nigeria. Setelah trophozoit masuk kedalam hidung maka amoeba ini bermigrasi sepanjang syaraf olfactorius melalui lempengan Cribiform dan menuju kranium. Kematian disebabkan oleh kerusakan jaringan otak dengan cepat dan hanya beberap pasien berhasil diselamatkan.

Balantidium
Class : Ciliata
Ordo: Trichostomatidae
Famili: Balantiidae
Genus: Balantidium
Species: Balantidiu, coli
Balantidium coli adalah parasit protozoa yang terbesar yang menginfeksi orang. Organisme ini dijumpai pada daerah tropis dan juga daerah sub-tropis. Pada dasarnya protozoa ini berparasit pada babi, sedangkan strain yang ada, beradaptasi terhadap hospes definitif lainnya termasuk orang.
Biologi
Protozoa B. coli hidup dalam caecum dan colon manusia, babi, marmot, tikus dan hewan mamalia lainnya. Parasit ini tidak langsung dapat menular dari hospes satu kelainnya, tetapi perlu beberapa waktu untuk menyesuaikan diri supaya dapat bersimbiosis dengan dengan flora yang ada dalam hospes tersebut. Bilamana sudah beradaptasi pada suatu hospes, protozoa akan berubah menjadi patogen terutama pada manusia. Pada mamalia lain kecuali jenis primata, organisme tersebut tidak menimbulkan lesi apapun, tetapi akan menjadi patogen bilamana mukosa terjadi kerusakan oleh penyebab lain (infeksi sekunder).
Trophozoit akan memperbanyak diri dengan pembelahan. Konjugasi hanya terjadi pada pemupukan buatan, secara alamiah jarang terjadi konjugasi. Fase cyste terjadi pada waktu inaktif dari parasit dan tidak terjadi reproduksi secara sexual ataupun asexual. Precyste terjadi setelah keluar melalui feses yang merupakan faktor yang penting dari epidemiologi penyakit. Infeksi terjadi bila cyste termakan oleh hospes yang biasanya terjadi karena kontaminasi makanan dan minuman. Balantiudium coli biasanya mati pada pH 5,0; infeksi terjadi bila orang mengalami kondisi yang buruk seperti malnutrisi dengan perut dalam kondisi mengandung asam lemah.
Patologik
Pada kondisi biasa, trophozoit memakan organisme paramaecium dan partikel kecil jaringan. Tetapi kadang protozoa dapat memproduksi enzim proteolytic yang dapat mendigesti epithel intestinum dari hospes. Organisme juga memproduksi hyaluronidase yaitu enzim yang dapat memperbesar ulcer. Ulcer (borok) biasanya berbentuk kerucut dengan leher kecil seperti kubangan dalam submukosa (seperti ulcer dari amebik). Koloni dari ulcer tersebut menyebabkan terjadinya infiltrasi sel radang lympocyte, polymorphonuklear leukosit dan perdarahan. Bila kejadian berlanjut dapat meyebabkan perforasi dari usus besar dan menyebabkan dysentri. Pada fase ini sering terjadi kematian.
Pengobatan
Beberapa jenis obat dapat membunuh B. coli ini yaitu: Carbasone, diiodohydroxyquin dan tetracycline. Sering terjadi paenyakit hilang dengan sendirinya, atau individu tidak menunjukkan gejala tetapi dapat bertindak sebagai karier. Pencegahan dapat dilakukan dengan seperti pada infeksi E. histolytica dan khusus untuk untuk B. coli perlu ekstra hati-hati pada orang yang sering berhubungan dengan babi.

Giardia lamblia
Clasass: Flagelata
Family: Hexamitidae
Genus Giardia
Species: Giardia lalmblia
Protozoa ini ditemukan pertama kali oleh Leuwenhoek pada tahun 1681, yang ia temukan pada fesesnya sendiri. Spesies protozoa ini banyak ditemukan didaerah yang beriklim panas. Anak-anak peka terhadap infeksi penyakit ini, dimana G. Lamblia adalah flagellata yang paling sering dijumpai pada saluran pencernaan manusia.
Daur hidup
Giardia lamblia hidup dalam usus halus orang yaitu bagian duodenum, jejenum dan bagian atas dari ileum, melekat pada permukaan epithel usus. Protozoa dapat berenang dengan cepat menggunakan flagellanya. Pada seorang yang menderita berat penyakit ini , ditemukan 14 milyard parasit dalam fesesnya, sedangkan pada infeksi sedang ditemukan sekitar 300 juta cyste.
Dalam usus halus dimana isi usus berbentuk cairan, parasit ditemukan dalam bentuk trophozoit, tetapi setelah masuk kedalam colon parasit akan membentuk cyste.. Pertama-tama flagella memendek, cytoplasma mengental dan dinding menebal, kemudian cyste keluar melalui feses. Pada awal terbentuknya cyste, ditemukan dua nukleoli, setelah sejam kemudian ditemukan 4 nukleoli.. Bila cyste tertelan hospes maka cyste tersebut langsung masuk kedalam duodenum, flagella tumbuh dan terbentuk trophozoit kembali.
Patologi
Kebanyakan kasus infeksi tidak menunjukkan gejala infeksi, biasanya ada orang yang lebih peka terhadap penyakit ini daripada lainnya. Pada suatu kasus terjadi sekresi cairan mukosa berlebihan sehingga terjadi diaree, dehydrasi, sakit perut dan berat badan menurun. Feses terlihat berlemak tetapi tidak ditemukan darah. Protozoa tidak merusak sel hospes, tetapi memakan cairan mukosa pada epithel usus, sehingga menghambat absorpsi lemak dan unsur nutrisi lain, hal ini memacu terjadinya gejala penyakit tersebut diatas. Cairan empedu dapat terserang sehingga menyebabkan jaundice (penyakit kuning/icterus) dan sakit perut (colic). Penyakit tidak menyebabkan fatal, tetapi sangat mengganggu.
Diagnosis dan pengobatan
Dengan menemukan trophozoit dan cyste dalam feses dapat dijadikan pedoman diagnosis. Pengobatan dilakukan dengan pemberian Quinacrin atau metronidazole, biasanya sembuh dalam beberapa hari.

Trichomonas vaginalis
Class: Flagellata
Family: Trichomonadidae
Genus: Trichomonas
Speciees: Trichomonas vaginalis
Trichomonas hominis
Trichomonas faetus
Spesies parasit ini ditemukan pertama kali oleh Donne 1836 pada sekresi purulen dari vagina wanita dan sekresi traktus urogenital pria. Pada tahun 1837, protozoa ini dinamakan Trichomonas vaginalis. Parasit ini bersifat cosmopolitan ditemukan pada saluran reproduksi pria dan wanita.
Biologi
Parasit hidup dalam vagina dan urethra wanita dan prostata, vesica seminalis dan urethra pria. Penyakit ditularkan lewat hubungan kelamin, bahkan pernah ditemukan pada anak yang baru lahir. Juga pernah secara kebetulan ditemukan pada anak dan wanita yang masih perawan, mungkin terjadi infeksi melalui handuk dan pakaian yang tercemar. Derajat keasaman normal pada vagina adalah 4,0-4,5, tetapi bila terinfeksi akan berubah menjadi 5,0-6,0 sehingga organisme ini dapat tumbuh baik.
Patologi
Kebanyakan spesies Trichomonas tidak begitu patogen dan gejalanya hampir tidak terlihat. Tetapi beberapa strain dapat menyebabkan inflamasi, gatal-gatal, keluar cairan putih yang mengandung trichomonas. Protozoa ini memakan bakteri, leukosit dan sel eksudat. Seperti mastigophora lainnya T. vaginalis membelah diri secara longitudinal dan tidak membetuk cyste.
Beberapa hari setelah infeksi, terjadi degenerasi epithel vagina diikuti infiltrasi leukosit. Sekresi vagina akan bertambah banyak berwarna putih kehijauan dan terjadi radang pada jaringan tersebut. Pada infeksi akut, biasanya akan menjadi kronis dan gejalanya menjadi tidak jelas. Pada pria yang terinfeksi, gejalanya tidak terlihat, tetapi kadang ditemukan adanya radang urethritis atau prostitis.
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis bergantung pada ditemukannya trichomonas dalam sekresi penderita. Dapat juga dilakukan dengan tes haemaglutination indirek (tidak langsung).
Pengobatan dengan cara oral seperti metronidazole biasanya dapat sembuh dalam waktu 5 hari. Dapat terjadi reinfeksi kembali melalui hubungan kelamin. Obat suppositoria dan “douches” cukup baik dilakukan untuk membuat pH vagina menjadi asam. Pasangan sex juga harus diobati bersamaan untuk mencegah terjadinya reinfeksi.

Tripanosomiasis
Class: Mastigophora
Ordo: Kinetoplastida
Famili: Trypanostomatidae
Genus: Trypanosoma
Species: Trypanosoma brucei brucei (Hewan)
- Trypanosoma brucei gambiense (orang)
- Trypanosoma brucei rhodesiense (orang)
- Trypanosoma evansi (hewan)
- Trypanosoma equiperdum (hewan)
- Trypanosoma cruzi (orang)
Trypanosoma brucei gambiense dan T.b. rhodesiense
Dua sub-spesies trypanosoma yaitu T.b. gambiense dan T.b. rhodesiense adalah merupakan agen penyakit tidur di Afrika (African sleeping sicknes). Secara morfologik kedua sub-spesies ini sulit dibedakan, tetapi secara fisiologik mereka berbeda. Trypanosoma b. rhodesiense dapat dipupuk secara invitro dan media darah manusia, tetapi T.b. gambiense tidak dapat.
Spesies trypanosoma ini ditemukan di bagian Afrika Tengah. T.b. gambiense menyebabkan penyakit kronis pada penduduk didaerah Barat-Tengah Afrika dan bagian Tengah Afrika, sedangkan T.b. rhodesiense ditemukan di daerah Timur-Tengah Afrika dan Tengah Afrika dan penyakitnya lebih bersifat akut.
Vektor dari trypanosoma ini ada perbedaan yaitu:
- T.b. gambiense, vektornya Glossima palpalis dan G. tachinoides
- T.b. rhodesiense, vektornya G. morsitans, G. pallidipes dan G. swynnertoni
Pada hospes vertebrata parasit tersebut hidup dalam darah, kelenjar lymfe, limpa dan cairan serebro-spinal. Parasit tidak masuk kedalam sel tetapi hidup hidup diantara sel dan jaringan ikat diantara jaringan organ. Parasit paling banyak ditemukan dalam saluran lymfe dan ruangan antar seluler di otak.
Daur hidup
Dalam hospes vertebrata (definitif) yang secara alamiah terinfeksi, trypanosoma cenderung bebentuk polymorfik, yaitu ada yang berbentuk langsing sampai berbentuk gemuk yang semuanya disebut trypomastigot. Pada waktu darah terhisap oleh vektor, parasit berlokasi di bagian posterior usus tengah (midgut) dari lalat dan memperbanyak diri dalam waktu 10 hari. Pada saat ini trypomastigot bentuk langsing bermigrasi keusus depan dan ditemukan pada hari ke 12 sampai ke 20. Kemudian bergerak ke oesophagus, pharynx dan hypopharynx, kemudian masuk ke dalam glandula salivarius. Dalam kelenjar ludah tersebut parasit berubah bentuk menjadi “epimastigot”. Bebebrapa lama kemudian berubah menjadi “metacyclic trypomastigot”, berbentuk kecil, gemuk dan flagela bebasnya berkurang. Bentuk metacyclic ini adalah bentuk infektif pada hospes vertebrata. Pada waktu lalat “tsetse” menggigit, akan menginfeksi hospes vertebrata sampai beberapa ribu trypanosoma hanya dengan satu gigitan.
Sekali masuk kedalam hospes vertebrata tryps langsung bermultiplikasi sebagai trypomastigot di dalam darah dan lymfe. Bentuk mastigot di temukan juga dalam limpa dan hati hewan percobaan tikus dan dalam myocardium monyet.
Setelah beberapa periode waktu, banyak trypanosoma bergerak menuju saraf pusat, memperbanayak diri dan masuk kedalam ruang interseluler dalam otak.
Patologik
Sedikit rasa sakit terjadi pada daerah gigitan lalat yang menginfeksi trypanosoma bentuk metacyclic. Rasa sakit akan hilang dalam waktu 1-2 minmggu, pada saat trypanosoma masuk kedalam saluran darah dan lymfe. Parasit bereproduksi secara cepat dan menyebabkan parasitemia, dimana trypanosoma mulai menyerang berbagai organ tubuh. Trypanosoma b. rhodesiense jarang menyerang sistem saraf, tidak seperti T.b. gambiense, tetapi T.b. rhodesiense dapat menyebabkan kematian dengan cepat. Kelenjar lymfe membengkak dan congestif terutama daerah leher dan kaki. Pembengakakan kelenjar lymfe dinamakan gejala “winterbottom”. Secara patologik kedua subspesies trypanosoma dibedakan menjadi:
- Akut: infeksi dari T.b. rhodesiense dengan gejala penurunan berat badan dengan cepat dan kematian dalam waktu beberapa bulan setelah infeksi
- Kronis: infeksi dari T.b. gambiense dengan gejala gangguan saraf.
Bilamana T.b. gambiense menyerang saraf pusat, penderita akan menderita penyakit kronis dengan gejala “penyakit tidur” pada fase infeksinya. Penderita menjadi apathy, gangguan mental, tremor pada lidah, tangan dan badan, kemudian gejala paralysis atau convulsi. Gejala tidur meningkat bahkan dapat tertidur pada waktu makan maupun waktu berdiri. Akhirnya penderita akan koma dan terjadi kematian.
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis positif bila ditemukan parasit dalam darah, susmsum tulang dan cairan serebrospinal. Tes serologi juga dapat dilakukan.
Suramin, pentamidin dan berenil, dapat diberikan tetapi sulit untuk pengobatan yang menyangkut gejala saraf
Kombinasi antara berenil dan metrinidazol, hasilnya cukup baik bila dihubungkan dengan gejala saraf.

Trypanosoma cruzi
Trypanosoma cruzi banyak menginfeksi penduduk di daerah Amerika Selatan dan Tengah, sekitar 12 juta penduduk menderita penyakit ini. Dalam suatu survei di Brazil sekitar 30% orang dewasa mati karena penyakit ini. Carlos Chagas banyak meneliti parasit ini sehingga penyakit karena infeksi Trypanosoma cruzi disebut “Chagas disease”.(1930).
Trypanosoma ditemukan di Amerika Serikat, di beberapa negara bagian yaitu: Maryland, Georgia, Florida, Texas, New-Mexico, Alabama dan Lousiana. Sebagai vektor dari parasit ini adalah sejenis serangga termasuk famili “Reduviidae” sub famili Triatominae, genus Triatoma..
Biologi
Bila vektor menggigit hospes, biasanya langsung mengeluarkan kotoran (defaecasi) pada kulit hospes. Faeses biasanya mengandung metacyclic trypanosoma dan langsung masuk kedalam kulit hospes (vertebrata) melalui gigitan atau kulit yang luka (biasanya kulit digaruk karena gatal waktu digigit). Hewan reservoar (anjing dan kucing), biasanya terinfeksi karena memakan serangga tersebut. Walaupun trypomastigot banyak ditemukan dalam darah pada awal infeksi, mereka tidak bereproduksi sampai mereka masuk kedalam sel dan berubah menjadi bentuk amastigotes. Sel yang diserang biasanya adalah sel retikuloendothelial dari limpa, hati dan lymfatik serta sel cardiac, sel otot polos dan otot skeletal. Pada beberapa kasus, sistem saraf, kulit, gonad, mukosa usus, sumsum tulang dan plasenta juga diserang.
Membrana undulata dan flagela menghilang begitu parasit masuk kedalam sel hospes. Kemudian tryps membelah diri membentuk banyak amastigot yang mengakibatkan sel mati dan melysis. Pada saat tryps bebas protozoa tersebut akan menyerang sel lain. Cyste seperti kantong parasit disebut “pseudocyst”, ditemukan dalam sel otot. Bentuk intermediate (promastigot dan epimastigot) dapat terlihat di ruang interstitiil. Beberpa dari parasit tersebut bermetamorfosa sempurna membentuk trypomastigotes dan menemukan jalan masuk kedalam darah.
Trypomastigot masuk kedalam tubuh vektor melalui gigitan dan masuk ke bagian posterior usus tengah serangga dan berubah menjadi epimastigot. Parasit ini kemudian membelah diri longitudinal menjadi panjang dan langsing disebut epimastigot. Metacyclic mastigot kemudaian keluar melalui rectum serangga 8-10 hari setelah infeksi pada serangga dan begitu seterusnya.
Patologi
Pada waktu metacyclic tryps masuk kedalam kulit akan timbul reaksi radang lokal yang akut. Dalam waktu 1-2 minggu setelah infeksi parasit menyebar ke dalam kelenjar lymfe regional dan mulai memperbanayak diri dalam sel yang memfagosit parasit tersebut.
Pada waktu pseudocyst pecah akan terlihat gejala peradangan yang diikuti degereasi dan nekrosis dari sel saraf terutama sel ganglion. Ini adalah perubahan patologi yang penting pada “Chagas disease”. Bentuk patologi Chagas disese ada dua bentuk yaitu”\:
- fase akut,: Pada waktu trypanosoma dari faeses serangga masuk kedalam kulit, akan menmimbulkan respon peradangan dengan adanya nodul kecil berwarna merah disebut “chagoma”, dengan diikuti pembengkakan kelenjar lymfe regional. Pada 50% dari kasus tryp masuk kedalam conjunctiva mata, menyebabkan edema bola mata dan conjunctiva serta pembengkakan kelenjar lymfe pre auricular. Gejala ini disebut gejala “Romana”. Pada proses kasus fase akut ini, pseudicyst ditemukan pada seluruh organ tubuh.
- Gejala fase akut ini ialah: anemia, lemah’ gangguan saraf, sakit pada otot dan tulang. Kematian dapat terjadi 3-4 minggu setelah infeksi. Kasus akut ini sering terjadi pada anak balita.
Fase kronis: Sering dijumpai pada orang dewasa, gejala terutama terjadi gangguan pada saraf pusat dan perifer, yang berlangsung sanpai bertahun-tahun. Beberapa pasien kadang tidak memperlihatkan gejala dan tiba-tiba terjadi kegagalan jantung. Penyakit “Chagas” diperkirakan menyerang 70% pada penderita gagal jantung di daerah endemik dan menyebabkan kematian. Terjadinya inefisiensi fungsi jantung disebabkan karena berkurangnya denyut jantung karena rusaknya saraf ganglion. Jantung sendiri menjadi membesar dan rapuh.
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis tepat dengan ditemukannya trypanosoma dalam darah, cairan serebrospinal, jaringan otot, cairan lymfe. Paling banyak ditemukan trypanosoma di daerah perifer pada waktu terjadi demam.
Tidak seperti tryps lainnya, T. cruzi tida ada respons waktu di obati dengan chemoterapi. Obat seperti primaquin dapat membunuh trypomastigot dalam darah.

Leishmaniasis
Genus: Leishmania
Species: Leishmania tropica
- Leishmania donovani
- Leishmania braziliaensis
Seperti pada genus trypanosoma, sebagian daur hidup parasit ini ada dalam tubuh vektor serangga. Serangga yang menjadi vektor Leishmania spp. Adalah yang termasuk genus Phlebotomus. Hospes vertebrata adalah spesies mamalia yaitu orang, anjing dan beberapa spesies hewan pengerat. Sedangkan hospes invertebrata adalah serangga dalam genus Phlebotomus dan Lutzomya.
Leishmania tropica
Seorang peneliti Rusia menemukan dua varietas L. tropica yaitu tipe urban, L. tropica var.minor dan tipe rural (pedesaan), L. tropica var. major. Tipe urban ditemukan pada daerah padat penduduk dengan ciri adanya lesi papulae yang kering dan bertahan beberapa bulan sebelum terjadi ulcerasi dan ditemukan bentuk amastigot didalamnya. Sedang yang tipe rural dimana lesi papulae cepat terjadi ulcerasi dan hanya ditemukan sedikit amastigot didalamnya.
Daur hidup
Pada waktu serangga menghisap darah yang mengandung amastigot, parasit memperbanyak diri dalam usus tengah kemudian bergerak ke pharynx. Pada saat serangga menggigit kembali mamalia lainnya maka parasit tersebut ditularkan. Dalam tubuh hospes mamalila parasit memperbanyak diri dalam retikuloendothelial dan sel lympoid pada kulit.
Patologi
Masa inkubasi terjadi beberapa hari sampai beberapa bulan. Gejala oertama terlihat ada lesi kecil, timbul papulae merah pada daerah gigitan. Lesi papulae tersebut mungkin menghilang dalam beberapa minggu. Tetapi biasanya berkembang terbentuk kerak kecil dengan ulcer yang tertutup dibawahnya. Dua ulcer yang berdekatan dapat menyatu dan terbentuk ulcer yang lebih besar. Bila tidak ada komplikasi ulcer akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 bulan atau sampai setahun dengan meninggalkan jaringan parut.
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis positif bila ditemukan amastigot. Kerokan bagian pinggir ulcer diulaskan ke gelas kaca (slide) kemudian diwarnai Wrigt’s atau Giemsa akan telihat parasit di dalam sel endothel dan monosit.

Leishmania donovani
Pada tahun 1900, William Leishman menemukan L. donovani pada limpa seorang tentara yang meninggal karena demam di Dum-Dum India. Sehingga penyakit ini dinamakan demam Dum-Dum atau Kala-azar. Penemuan ini dipublis pada tahun 1903, setahun kemudian Charles Donovan menemukan parasit yang sama pada biopsi limpa. Sehingga para ilmuwan bersepakat menamakan parasit ini dinamakan Leishmania donovani.
Parasit ini distribusinya sangat luas dari daerah Mediteranian, Asia Tengah, Rusia Selatan dan China. Sedangkan spesies vektornya adalah Phlebotomus major, P. perniciosus, P. chinensis dan P. longicuspis. Varietas lain ditemukan di daerah India Barat dan Bangladesh dengan vektor P. argentipes. Varietas yang lebih virulent ditemukan di Afrika Timur dengan vektor P. martini dan P. orientalis.
Daur hidup
Mirip dengan L. tropica, dimana amastigot masuk kedalam vektor phlebotomus bersama dengan darah yang dimakan. Parasit tinggal di usus tengah dan memperbanyak diri, kemudian mereka berubah menjadi bentuk langsing disebut promastigot. Kemudian parasit bergerak ke oesophagus, pharynx dan buccal cavity dimana parasit kemudian diinjeksikan ke hospes vertebrata, parsit langsung dimakan oleh sel makrofag dan membelah diri dengan cepat dan membunuh sel tersebut. Keluar dari sel makrofag yang mati parsit dimakan oleh makrofag lain dan multiplikasi lagi sehingga membunuh sel tersebut, hal tersebut menyebabkan membunuh sistem reticuloendothelial.
Patologi
Masa inkubasi pada orang sekitar 10 hari sampai 1 tahun, biasanya 2-4 bulan. Penyakit biasanya berjalan lambat disertai ringan diikuti dengan anemia, protrusi abdomen karena pembesaran limpa dan hati dan akhirnya mati dalam waktu 2-3 tahun. Pada beberapa kasus mungkin gejala terjadi lebih akut, demam tinggi, muntah dan kematian terjadi dalam waktu 6-12 bulan. Gejala lain adalah adanya edema terutama daerah muka, perdarahan membrana mukosa, sulit bernafas dan diaree. Kasus kematian dapat terjadi karena ada invasi penyakit lain yang patogen dan tubuh sudah tidak dapat bertahan.
Perdarahan organ bagian dalam seperti limpa dan sumsum tulang, adalah merupakan kompensasi untuk memproduksi makrofag dan sel pagocyt serta sel darah merah. Sebagai akibatnya limpa dan hati bekerja keras dan membesar (hepatosplenomegali) dan pasien menjadi menderita anemia yang parah.
Diagnosis dan pengobatan
Seperti pada L. tropica, diagnosis pasti dilakukan dengan menemukan L. donovani dalam jaringan dan sekresi. Biopsi jaringan hati, limpa dan jaringan yang terkena dapat ditemukan parsit.
Pengobatan dengan cara memberikan injeksi preparat antimoni dan derivatnya serta dengan perawatan yang baik (pemberian cukup protein dan vitamin) berhasil cukup baik.

Leishmania braziliensis
Parasit ini menyebabkan penyakit pada orang dengan beberapa sebutan gejala yaitu espundita, uta, ulcer chiclero, atau Leishmania mucocutaneus. Penyakit ini ditemukan di daerah Meksiko Tengah sampai Utara Argentina. Gejala penyakit sangat bervariasi sehingga sulit untuk membedakan identitas dari parasit ini.
Daur hidup dan patologi
Daur hidup dan cara bereproduksi sama dengan L. donovani dan L. tropica. Penularan promastigot kedalam hospes vertebrata menimbulkan papulae merah yang kecil pada kulit. Hal tersebut menimbulkan rasa sakit, ulcerasi vesical dalam waktu 1-4 minggu. Lesi primer ini dapat sembuh dalam waktu 6-15 bulan.
Di daerah Meksiko dan Amerika Tengah, lesi sekunder sering ditemukan pada telinga sehingga merusak organ tersebut. Kasus tersebut sering ditemukan pada orang yang sering pergi kehutan untuk mata pencahariannya dengan mengumpulkan getah dari pohon “chicle”, sehingga ulcer yang timbul disebut ulcer chiclero.
Parasit ini menunjukkan kecenderungan bermetastasis, atau menyebar langsung dari lesi primer ke daerah mukokutaneus. Lesi sekunder terjadi setelah lesi primer sembuh, mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum gejala lesi sekunder timbul.
Lesi sekunder sering menyerang hidung, mukosa bucal sehingga menyebabkan degenerasi tulang rawan. Terjadinya nekrosis dan infeksi bakteri sekunder sering terlihat. Sebutan “espundita” dan “uta” adalah nama dari kondisi tersebut. Ulcerasi dapat menyerang bibir, palatum dan pharynx sehingga menyebabkan deformasi. Infeksi penyakit di daerah larynx dan trachea dapat merusak pita suara.
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis dapat dilakukan bila menemukan Leishmania donovani pada jaringan yang terkena. Adanya “espundita” dapat dikelirukan dengan penyakit TB, lepra, syphilis dan beberap penyakit penyebab virus atau jamur. Pengobatan sama dengan penyakit Kala-azar.

Toxoplasmosis
Pertama ditemukan pada tahun 1908 pada tikus gurun, sejak itu parsit tersebut ditemukan disetiap negara di dunia. Banyak spesies terserang parasit ini antara lain: carnivora, insectivora, rodentia, babi, herbivora, primata dan mamalia lainnya. Parasit ini bersifat cosmopolitan pada orang tetapi dapat menyebabkan sakit.
Biologi
Toxoplasma merupakan parasit intra seluler pada bermacam-macam jaringan tubuh termasuk otot dan epithel intestinum. Pada infeksi berat parasit dapat ditemukan dalam darah dan eksudat peritoneal. Daur hidupnya termasuk dalam epithel intestinum (enteroepithelial) dan fase “extraintestinal” terdapat dalam kucing rumah dan hewan piaraan lainnya. Reproduksi sexual dari toxoplasma terjadi pada waktu hidup dalam tubuh kucing, dan reproduksi asexual terjadi pada hospes lainnya.
Fase extra intestinal : dimulai pada waktu kucing atau hospes lainnya memakan oocyst yang bersporulasi atau termakan tachyzoid atau bradyzoites yang merupakan fase infektif. Oocyst dengan ukuran 10-13 um X 9-11 um pada dasarnya mirip dengan oocyst jenis isospora lainnya. Sporozoits keluar dari sporocyst, sebagian masuk kedalam sel epithel dan tinggal di lokasi tersebut, lainnya masuk kedalam mukosa dan berkembang di lamina propria, kelenjar lymfe mesenterica, organ lainnya dan dalam sel darah putih. Pada hospes lain seperti kucing tidak ada perkembangan di daerah enteroepithelial, tetapi sporocyst masuk dalam sel hospes dan memperbanyak diri dengan “endodyogeny”. Sel yang membelah diri secara cepat dan menyebabkan infeksi akut disebut “tachyzoits”. Sekitar 8-16 tachyzoit mengumpul dalam sel vacuola parasitophorus sebelum sel mengalami disintegrasi, bila parasit membebaskan diri dari sel tersebut merka akan menginfeksi sel lain. Tachyzoit tidak tahan terhadap sekresi asam lambung, tetapi tachyzoit bukanlah sumber infeksi yang penting dibanding fase lainnya.
Bilamana infeksi menjadi kronis, zoits yang berada dalam otak, jantung dan otot memperbanyak diri lebih lambat daripada fase akut. Dalam hal ini zoit tersebut dinamakan “bradyzoites” dan mereka terakumulasi dalam jumlah besar dalam sel hospes. Mereka kemudian dikeleilingi oleh lapisan dinding yang kuat disebut “zoitocyst”. Cyste tersebut dapat bertahan selama berbulan-bulan atau beberapa tahun terutama dalam jaringan saraf. Pembentukan cyste tersebut diikuti dengan perkembangan imunitas terhadap infeksi baru, yang biasanya permanen. Bila daya imunitas menurun, bradyzoit melepaskan diri dan merupakan booster untuk menimbulkan daya imunitas lagi pada tingkat semula. Proteksi terhadap reinfeksi dengan adanya agen infeksi dalam tubuh disebut “premunition”. Imunitas terhadap toxoplasma ada dua yaitu: imunitas “humoral” dan “cell mediated”. Dinding cyste dan bradyzoites sangat resisten terhadap pepsin dan trypsin dan bila tertelan parasit tersebut dapat menginfeksi hospes baru.
Fase enteroepithelial: Dimulai pada waktu kucing memakan zoitocyst yang berisi bradyzoits, oocyst yang berisi sporozoit atau tachyzoit. Kemungkinan lain adalah adanya migrasi zoit dari extraintestinal kedalam intestinal dalam tubuh kucing. Begitu parasit masuk sel epithel usus halus atau colon, parasit berubah menjadi trophozoit dan siap tumbuh untuk mengalami proses schizogony. Telah diteliti ada 5 strain toxoplasma yang dipelajari pada fase ini, dari yang memproduksi 2 sampai 40 merozoit dari scizogony, polygony, atau endodyogeni, dimana prosesnya asexual. Gametogony tumbuh di dalam usus terutama usus halus, tetapi sering terjadai dalam ileum. Sekitar 2-4% gametocyst adalah jantan yang masing-masing dapat memproduksi 12 microgamet. Oocyst yang ditemukan dalam feses kucing terjadi setelah 3-5 hari post infeksi dari cyste, dengan jumlah tertinggi pada hari ke 5-8. Oocyst memerlukan oksigen untuk sporulasi, sporulasi terjadi pada hari ke 1-5.
Patologi
Tipe enteroepithelial hanya hidup selama beberapa hari, terutama pada ujung vili. Tetapi fase extraepithelial, terutama yang berlokasi di retina atau otak, cenderung menyebabkan infeksi yang serius.
Infeksi pada umur dewasa biasanya tidak menunjukkan gejala (asymptomatik). Tetapi bila terjadi penurunan daya tahan oleh karena obat (obat imunosupresif seperti corticosteroid) gejala akan menjadi tampak. Infeksi yang memperlihatkan gejala (symptomatik infection) di kelompokkan dalam 3 kategori yaitu: infeksi akut, sub akut dan kronis.
Infeksi akut: Infeksi pertama terjadi dalam extraintestinal pada kucing dan hospes lain termasuk manusia, yang diserang adalah organ kelenjar lymfe mesenterica dan parenchym hati. Dua jaringan tersebut akan cepat mengalami regenerasi untuk melawan parasit. Gejala yang terlihat adalah rasa sakit, pembengkakan kelenjar lymfe di daerah cervic, supra clavicula dan inguinal. Gejala ini diikuti demam, sakit kepala, sakit otot, anemia dan komplikasi paru. Gejala ini dapat dikelirukan dengan penyakit flu. Bilamana imunitas berkembang akan menyebabkan terjadinya infeksi sub-akut.
Infeksi sub-akut: Terjadi waktu daya imunitas terbentuk dan menekan proses proliferasi tachyzoit. Hal ini bersamaan dengan terbentuknya cyste. Cyste ini bertahan beberapa tahun dan tidak memeprlihatkan gejala klinis. Kadang cyste pecah dan keluar bradyzoit dan biasanya dibunuh oleh reaksi tubuh hospes, walaupun beberapa lainnya membentuk cyste baru. Kematian bradyzoit akan merangsang terbentuknya reaksi hipersensitif dalam bentuk peradangan pada area yang terkena. Pada otak secara perlahan diganti dengan nodule sel glia. Bila banyak nodule terbentuk, akan terlihat gejala encephalitis kronis yaitu “spasmic patalysis”. Terjadinya reinfeksi pada sel retina oleh tachyzoit dapat merusak retina. Cyste dan cyste yang pecah dalam retina dan choroid akan menyebabkan kebutaan. Gejala patologik toxoplasma yang kronis lainnya adalah myocarditis, kerusakan jantung permanen dan pneumonia.
Congenital toxoplasmosis
Bila ibu yang sedang hamil terinfeksi toxoplasma akut, organisme akan menginfeksi faetus yang dikandungnya. Untungnya infeksi neonatal kebanyakan tidak memperlihatkan gejala, tetapi banyak kasus terjadi kematian fetus dan gagal melahirkan. Diduga toxoplasma masuk ke fetus melalui plasenta dari darah ibunya, tetapi karena uterus sendiri terinfeksi berat, terjadinya transmisi langsung dapat terjadi.
Abortus spontan terjadi bila faetus terinfeksi toxoplasma baik pada orang maupun hewan. Pada suatu penelitian diantara 118 kasus infeksi maternal pada awal dan selama masa kehamilan terjadi 9 kasus abortus atau kematian neonatal, 39 kasus congenital akut toxoplasmosis dengan dua kasus kematian dan 28 kasus infeksi sub-klinis. Infeksi maternal pada triwulan pertama masa kehamilan akan menyebabkan patogenik yang ekstensif, tetapi transmisi parasit ke fetus lebih sering terjadi infeksi maternal pada triwulan ke 3.
Lesi pada toxoplasma congenital adalah hydrocephalus, mikrocephali, cerebral calcifikasi, chorioretinitis dan gangguan psychomotor. Pada kasus kehamilan kembar, salah satu fetus memperlihatkan gejala yang serius daripada lainnya yang tidak menunjukkan gejala infeksi. Pada anak yang lahir selamat dari infeksi congenital, terjadi kerusakan otak congenital, terlihat dengan gangguan mental dan epilepsi. Hal inilah toxoplasmois adalah penyebab serius pada ibu hamil.
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis spesifik pada orang berdasarkan beberapa hasil tes laboratorium. Penggunaan hewan percobaan dengan inokulsi dari hasil biopsi kelenjar lymfe, hati atau limpa pada tikus hasilnya lebih akurat. Penggunaan teknik komplemen fixation di kombinasi dengan hemaglutinasi dan tes pewarnaan juga menghasilkan diagnosis yang tepat.
Pengobatan dengan pyrimetamin dan sulfonamide bersamaan banyak digunakan sebagai obat toxoplasmosis ini.

Rabu, 13 Oktober 2010

Mengapa pratinjau buku dibatasi?

Mengapa pratinjau buku dibatasi?

Transtheoretical Model

Bahan disesuaikan dan diperbarui agar situs ini dari:

Velicer, W. F, Prochaska, J. O., Fava, J. L.,
Norman, G. J., & Redding, C. A. (1998)
Berhenti merokok dan manajemen stres:
Aplikasi Model Transtheoretical
perubahan perilaku. Homeostasis, 38, 216-233.

Ini merupakan ikhtisar Model Transtheoretical Perubahan, model teori perubahan perilaku, yang telah dasar untuk mengembangkan intervensi yang efektif untuk mempromosikan perubahan perilaku kesehatan. The Transtheoretical Model (Prochaska & DiClemente, 1983; Prochaska, DiClemente, & Norcross, 1992; Prochaska & Velicer, 1997) adalah model integratif perubahan perilaku. Kunci konstruksi dari teori lain yang terpadu. Model tersebut menggambarkan bagaimana orang-orang memodifikasi perilaku masalah atau mendapatkan suatu perilaku positif. Penyelenggaraan pusat membangun model ini adalah Tahapan Perubahan. Model ini juga mencakup serangkaian variabel independen, Proses Perubahan, dan serangkaian ukuran hasil, termasuk Saldo decisional dan timbangan Temptation. The Proses Perubahan ini sepuluh kegiatan kognitif dan perilaku yang memfasilitasi perubahan. Model ini akan dijelaskan secara lebih rinci di bawah ini.

Model Transtheoretical adalah model perubahan yang disengaja. Ini adalah model yang berfokus pada pengambilan keputusan individu. pendekatan lain untuk promosi kesehatan telah berfokus terutama pada pengaruh sosial terhadap perilaku atau pengaruh biologis terhadap perilaku. Untuk merokok, sebuah contoh dari pengaruh sosial akan menjadi model pengaruh peer (Flay, 1985) atau perubahan kebijakan (Velicer, Laforge, Levesque, & Fava, 1994). Contoh pengaruh biologis akan model pengaturan nikotin (Leventhal & Cleary, 1980; Velicer, Redding, Richmond, Greeley, & Swift, 1992) dan terapi penggantian (Fiore. Smith, Jorenby, & Baker, 1994). Dalam konteks Model Transtheoretical, ini dipandang sebagai pengaruh luar, berdampak melalui individu.

Model ini melibatkan emosi, kognisi, dan perilaku. Ini melibatkan kepercayaan pada diri-laporan. Misalnya, dalam berhenti merokok, laporan diri telah terbukti sangat akurat (Velicer, Prochaska, Rossi, & Snow 1992). pengukuran yang akurat memerlukan serangkaian item jelas bahwa individu dapat merespon secara akurat dengan sedikit kesempatan untuk distorsi. Pengukuran isu sangat penting dan salah satu langkah penting untuk aplikasi model melibatkan pengembangan langkah-langkah pendek, handal, dan berlaku dari kunci konstruksi.

Makalah ini akan menunjukkan aplikasi Model Transtheoretical. Model ini sebelumnya telah diterapkan pada berbagai masalah perilaku. Ini termasuk berhenti merokok, olahraga, diet rendah lemak, pengujian radon, penyalahgunaan alkohol, mengontrol berat badan, penggunaan kondom untuk perlindungan HIV, perubahan organisasi, penggunaan tabir surya untuk mencegah kanker kulit, penyalahgunaan obat, kepatuhan medis, skrining mamografi, dan manajemen stres. Dua aplikasi ini akan diuraikan secara rinci, berhenti merokok dan manajemen stres. Yang pertama merupakan area yang diteliti di mana tes beberapa model intervensi tersedia dan efektif berdasarkan model telah dikembangkan dan dievaluasi dalam beberapa uji klinis. Yang terakhir ini merupakan bidang masalah dimana penelitian berdasarkan Model Transtheoretical berada pada tahap formatif.

Tahapan Perubahan: Dimensi Temporal

Tahap membangun adalah kunci pengorganisasian konstruk model. Hal ini penting sebagian karena itu merupakan dimensi temporal. Ubah menyiratkan fenomena yang terjadi dari waktu ke waktu. Namun, aspek ini diabaikan oleh teori-teori alternatif perubahan. Perubahan perilaku sering ditafsirkan sebagai suatu acara, seperti berhenti merokok, minum, atau over-makan. Para Transtheoretical Model construes perubahan sebagai proses yang melibatkan kemajuan melalui serangkaian lima tahap.

Precontemplation adalah tahap di mana orang tidak berniat untuk mengambil tindakan di masa mendatang, biasanya diukur sebagai enam bulan ke depan. Orang mungkin berada dalam tahap ini karena mereka kurang informasi atau kurang informasi tentang konsekuensi dari perilaku mereka. Atau mereka mungkin telah mencoba untuk mengubah beberapa kali dan menjadi demoralisasi tentang kemampuan mereka untuk berubah. Kedua kelompok cenderung menghindari membaca, berbicara atau berpikir tentang perilaku berisiko tinggi. Mereka sering dicirikan dalam teori lain sebagai tahan atau tidak termotivasi atau tidak siap untuk program promosi kesehatan. Faktanya adalah program promosi kesehatan tradisional sering tidak dirancang untuk individu tersebut dan tidak disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Kontemplasi adalah tahap di mana orang berniat untuk mengubah dalam enam bulan ke depan. Mereka lebih sadar akan pro perubahan tetapi juga sadar akan kontra. Keseimbangan antara biaya dan manfaat dari perubahan dapat menghasilkan ambivalensi mendalam yang bisa membuat orang terjebak dalam tahap ini untuk jangka waktu yang lama. Kita sering mencirikan fenomena ini sebagai kontemplasi kronik atau penangguhan perilaku. Orang-orang ini juga tidak siap untuk program aksi yang berorientasi tradisional.

Persiapan adalah tahap di mana orang berniat untuk mengambil tindakan dalam waktu dekat, biasanya diukur sebagai bulan berikutnya. Mereka biasanya mengambil beberapa tindakan yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Individu ini memiliki sebuah rencana tindakan, seperti bergabung dengan kelas pendidikan kesehatan, konsultasi konselor, berbicara dengan dokter mereka, membeli buku self-help atau mengandalkan pendekatan diri berubah. Inilah orang-orang yang harus direkrut untuk berhenti merokok berorientasi aksi, penurunan berat badan, atau program latihan.

Aksi adalah tahap di mana orang telah membuat modifikasi terbuka khusus dalam gaya hidup mereka dalam enam bulan terakhir. Karena tindakan yang diamati, perubahan perilaku sering telah disamakan dengan tindakan. Tetapi dalam Model Transtheoretical, Aksi hanya salah satu dari lima tahap. Tidak semua modifikasi perilaku hitung sebagai tindakan dalam model ini. Orang harus mencapai kriteria yang ilmuwan dan profesional setuju adalah cukup untuk mengurangi risiko penyakit. Dalam merokok, misalnya, lapangan yang digunakan untuk menghitung penurunan jumlah rokok sebagai tindakan, atau beralih ke rokok rendah tar dan nikotin. Sekarang konsensus jelas - hanya menghitung total pantang. Di daerah diet, ada beberapa konsensus yang kurang dari 30% dari kalori harus dikonsumsi dari lemak. Tahap Aksi ini juga merupakan tahap di mana kewaspadaan terhadap relaps sangat penting.

Pemeliharaan adalah tahap di mana orang bekerja untuk mencegah kekambuhan, tetapi mereka tidak menerapkan perubahan proses sesering orang-orang dalam tindakan. Mereka kurang tergoda untuk kambuh dan semakin yakin bahwa mereka dapat melanjutkan mengubah mereka.

Gambar 1 menggambarkan bagaimana dimensi temporal direpresentasikan dalam model. Dua konsep yang berbeda bekerja. Sebelum perubahan perilaku sasaran terjadi, dimensi temporal dikonseptualisasikan dalam hal niat perilaku. Setelah perubahan perilaku telah terjadi, dimensi temporal dikonseptualisasikan dalam hal durasi perilaku.

Gambar 1. Dimensi Temporal sebagai Dasar bagi Tahapan Perubahan

Regresi terjadi ketika individu kembali ke tahap awal perubahan. Kambuh merupakan salah satu bentuk regresi, regresi melibatkan dari Action atau Pemeliharaan untuk tahap awal. Namun, orang dapat regresi dari setiap tahap ke tahap awal. Kabar buruknya adalah cenderung kambuh aturan ketika tindakan diambil untuk masalah-masalah kesehatan yang paling laku. Kabar baiknya adalah bahwa untuk merokok dan latihan hanya sekitar 15% dari regresi orang sampai ke tahap Precontemplation. The kemunduran besar mayoritas untuk Merenungkan atau Persiapan.

Dalam penelitian terbaru (Velicer, Fava, Prochaska, Abrams, Emmons, & Pierce, 1995), itu menunjukkan bahwa distribusi perokok di tiga Tahapan pertama Perubahan sekitar identik di tiga sampel representatif besar. Sekitar 40% dari perokok dalam tahap Precontemplation, 40% berada dalam tahap Kontemplasi, dan 20% berada di tahap Persiapan.

Namun, distribusi mungkin berbeda di negara yang berbeda. Sebuah paper baru-baru ini (Etter, Perneger, & Ronchi, 1997) meringkas distribusi tahap dari empat sampel terbaru dari berbagai negara di Eropa (masing-masing dari Spanyol dan Belanda, dan dua dari Swiss). Distribusi sangat mirip di sampel Eropa tapi sangat berbeda dari sampel Amerika. Dalam contoh Eropa, sekitar 70% dari perokok dalam tahap Precontemplation, 20% berada di tahap Kontemplasi, dan 10% berada di tahap Persiapan.

Jika distro panggung untuk berhenti merokok sekarang telah didirikan di beberapa sampel, distribusi panggung untuk perilaku masalah lain yang tidak dikenal. Hal ini terutama berlaku untuk negara selain Amerika Serikat.

Intermediate / Tergantung Ukuran: Menentukan ketika Ubah Terjadi

Model Transtheoretical juga melibatkan serangkaian tindakan intermediate / hasil. Khas teori perubahan hanya melibatkan satu ukuran hasil univariat keberhasilan, sering diskrit. Point berhenti merokok prevalensi (Velicer, Prochaska, Rossi, & Snow, 1992) adalah contoh dari penelitian penghentian merokok. Tindakan tersebut memiliki daya rendah, i. e., kemampuan terbatas untuk mendeteksi perubahan. Mereka juga tidak sensitif terhadap perubahan atas semua tahap transisi mungkin. Sebagai contoh, prevalensi titik untuk berhenti merokok tidak akan mampu untuk mendeteksi seorang individu yang berlangsung dari Precontemplation ke Kontemplasi atau dari Kontemplasi untuk Persiapan atau dari Aksi untuk Pemeliharaan. Sebaliknya, Model Transtheoretical mengusulkan serangkaian konstruksi yang membentuk ruang hasil multivarian dan mencakup tindakan yang sensitif untuk kemajuan melalui semua tahapan. Konstruksi ini meliputi Pro dan Kontra dari putusan Saldo Skala, Self-keberhasilan atau Temptation, dan perilaku target. Sebuah presentasi yang lebih rinci dari aspek untuk model ini disediakan di tempat lain (Velicer, Prochaska, Rossi, & DiClemente, 1996).

Saldo putusan. Saldo decisional membangun mencerminkan individu relatif menimbang pro dan kontra perubahan. Hal ini berasal dari model Janis dan Mann pengambilan keputusan (Janis dan Mann, 1985) yang mencakup empat kategori pro (instrumental keuntungan untuk diri sendiri dan orang lain dan persetujuan untuk diri sendiri dan orang lain). Empat kategori kontra biaya instrumental untuk diri sendiri dan orang lain dan penolakan dari diri sendiri dan orang lain. Namun, tes empiris model yang dihasilkan dalam sebuah struktur yang lebih sederhana. Hanya dua faktor, yang Pro dan Kontra, ditemukan (Velicer, DiClemente, Prochaska, & Brandenberg, 1985). Dalam serangkaian studi panjang (Prochaska, et al. 1994), struktur yang jauh lebih sederhana selalu ditemukan.

Skala decisional Saldo melibatkan bobot pentingnya Pro dan Kontra. Pola diprediksi telah diamati bagaimana Pro dan Kontra berhubungan dengan tahap-tahap perubahan. Gambar 2 mengilustrasikan pola untuk berhenti merokok. Dalam Precontemplation, Pros merokok jauh lebih besar daripada Kontra merokok. Dalam Kontemplasi, kedua skala lebih sama. Pada tahap maju, melebihi Cons Pros.

Gambar 2. Hubungan antara Tahap dan Neraca putusan untuk Perilaku Tidak Sehat

Sebuah pola yang berbeda telah diamati untuk akuisisi perilaku sehat. Gambar 3 menggambarkan pola ini untuk latihan. Pola serupa di tiga tahap pertama. Namun, untuk dua tahap terakhir, Pro dari berolahraga tetap tinggi. Ini mungkin mencerminkan fakta bahwa mempertahankan sebuah program olahraga secara teratur terus-menerus memerlukan serangkaian keputusan sambil merokok akhirnya menjadi tidak relevan. Kedua skala menangkap beberapa perubahan kognitif yang diperlukan untuk kemajuan dalam tahap awal perubahan.

Gambar 3. Hubungan antara Tahap dan Neraca putusan untuk Perilaku Sehat

Self-efficacy/Temptations. Self-efficacy merupakan keyakinan membangun situasi tertentu yang orang bahwa mereka dapat mengatasi situasi berisiko tinggi tanpa kambuh kebiasaan mereka tidak sehat atau beresiko tinggi. Konstruk ini diadaptasi dari teori Bandura self-efficacy (Bandura, 1977, 1982). Ini membangun direpresentasikan baik oleh ukuran Pencobaan atau Self-efficacy membangun.

The Measure Temptation Situasional (DiClemente, 1981, 1986; Velicer, DiClemente, Rossi, & Prochaska, 1990) mencerminkan intensitas mendesak untuk terlibat dalam suatu perilaku tertentu bila di tengah-tengah situasi sulit. Hal ini, pada dasarnya, kebalikan dari self-efficacy dan set yang sama item dapat digunakan untuk mengukur keduanya, menggunakan format respon yang berbeda. The Measure Self-efficacy situasional mencerminkan kepercayaan individu untuk tidak terlibat dalam perilaku yang spesifik di serangkaian situasi sulit.

Baik Self-efficacy dan langkah-langkah Temptation memiliki struktur yang sama (Velicer et al, 1990.). Dalam penelitian kami, kami biasanya menemukan tiga faktor yang mencerminkan jenis yang paling umum situasi menggoda: mempengaruhi negatif atau gangguan emosi, situasi sosial yang positif, dan keinginan. Pencobaan / metoda Self-efficacy sangat sensitif terhadap perubahan yang terlibat dalam penyelesaian pada tahap kemudian dan merupakan prediktor yang baik kambuh.

Self-efficacy dapat diwakili oleh fungsi naik monoton di lima tahap. Godaan diwakili oleh fungsi monoton menurun di lima tahap. Gambar 4 mengilustrasikan hubungan antara panggung dan kedua konstruksi.

Gambar 4. Hubungan antara Tahap dan keduanya Self-efficacy dan Pencobaan

Tindakan Independen: Bagaimana Mengubah Terjadi

Proses Perubahan adalah kegiatan terselubung maupun terbuka yang digunakan orang untuk maju melalui tahap-tahap. Proses perubahan memberikan panduan penting bagi program intervensi, karena proses adalah variabel independen bahwa orang perlu untuk menerapkan, atau terlibat dalam, untuk berpindah dari panggung ke panggung. Sepuluh proses (Prochaska & DiClemente, 1983; Prochaska, Velicer, DiClemente, & Fava, 1988) telah menerima dukungan yang paling empiris dalam penelitian kami sampai saat ini. Lima pertama diklasifikasikan sebagai Proses Experiential dan digunakan terutama untuk tahap awal transisi. Lima terakhir diberi label Proses Perilaku dan digunakan terutama untuk transisi tahap selanjutnya. Tabel 1 menyediakan daftar proses dengan item sampel untuk setiap proses dari berhenti merokok serta label alternatif.



I. Proses Perubahan: Experiential

1. Meningkatkan Kesadaran [Meningkatkan kesadaran]

Saya ingat orang-orang informasi yang telah memberi saya tentang cara untuk berhenti merokok
2. Drama Relief [Emotional arousal]

Aku bereaksi secara emosional terhadap peringatan tentang merokok
3. Lingkungan evaluasi ulang [Sosial penilaian kembali]

Saya menganggap pandangan bahwa merokok dapat berbahaya bagi lingkungan
4. Sosial Pembebasan [Lingkungan kesempatan]

Saya menemukan masyarakat yang berubah dengan cara yang membuat lebih mudah bagi bukan perokok yang
5. Self evaluasi ulang [Self penilaian kembali]

ketergantungan saya pada rokok membuat saya merasa kecewa dalam diri saya

II. Proses Perubahan: Perilaku
6. Stimulus Control [Re-engineering]

Saya menghapus hal-hal yang dari rumah saya yang mengingatkan saya merokok
7. Membantu Hubungan [Pendukung]

Saya memiliki seseorang yang mendengarkan ketika saya perlu bicara tentang merokok saya
8. Counter penyejuk [Mengganti]

Saya menemukan bahwa melakukan hal-hal lain dengan tangan saya adalah pengganti yang baik untuk merokok
9. Manajemen Penguatan [Menghargai]

Aku hadiah sendiri ketika saya tidak merokok
10. Pembebasan Diri [Mengkomit]

Aku membuat komitmen untuk tidak merokok

Tabel 1. Proses perubahan dengan label alternatif dan item sampel dari berhenti merokok

Meningkatkan Kesadaran melibatkan kesadaran meningkat tentang, konsekuensi penyebab dan obat untuk masalah perilaku tertentu. Intervensi yang dapat meningkatkan kesadaran mencakup umpan balik, pendidikan, konfrontasi, interpretasi, bibliotherapy dan kampanye media.

Drama Relief awalnya menghasilkan peningkatan pengalaman emosional diikuti dengan mempengaruhi berkurang jika tindakan yang tepat dapat diambil. Psikodrama, bermain peran, berduka, kesaksian pribadi dan kampanye media adalah contoh dari teknik yang dapat menggerakkan orang secara emosional.

Lingkungan evaluasi ulang memadukan penilaian afektif dan kognitif tentang bagaimana ada atau tidak adanya kebiasaan pribadi mempengaruhi lingkungan sosial seseorang seperti pengaruh merokok pada orang lain. Hal ini juga dapat mencakup kesadaran bahwa seseorang dapat menjadi model peran positif atau negatif bagi orang lain. pelatihan Empati, dokumenter, dan intervensi keluarga dapat mengakibatkan penilaian kembali tersebut-.

Sosial Pembebasan membutuhkan peningkatan kesempatan sosial atau alternatif khususnya bagi orang-orang yang relatif dicabut atau tertindas. Advokasi, pemberdayaan prosedur, dan kebijakan yang tepat dapat menghasilkan peningkatan peluang untuk promosi minoritas kesehatan, promosi kesehatan gay, dan promosi kesehatan untuk orang-orang miskin. Prosedur yang sama juga dapat digunakan untuk membantu semua orang perubahan tersebut sebagai zona bebas rokok, bar salad di makan siang sekolah, dan akses mudah ke kondom dan kontrasepsi lainnya.

Self-evaluasi ulang menggabungkan penilaian kognitif dan afektif dari citra diri seseorang-dengan dan tanpa kebiasaan tidak sehat tertentu, seperti gambar seseorang sebagai kentang sofa atau orang yang aktif. Nilai klarifikasi, model peran sehat, dan citra adalah teknik yang dapat memindahkan orang evaluatively.

Stimulus Control isyarat untuk menghilangkan kebiasaan yang tidak sehat dan menambah meminta sehat alternatif. Penghindaran, rekayasa ulang-lingkungan, dan kelompok self-help dapat memberikan rangsangan yang mendukung perubahan dan mengurangi risiko untuk kambuh. Perencanaan parkir dengan berjalan kaki dua menit ke kantor dan menampilkan seni meletakkan di tangga adalah contoh rekayasa yang dapat mendorong lebih banyak latihan.

Membantu Hubungan menggabungkan peduli, kepercayaan, keterbukaan dan penerimaan serta dukungan untuk perubahan perilaku sehat. Hubungan bangunan, sebuah aliansi terapi, panggilan konselor dan sistem buddy dapat menjadi sumber dukungan sosial.

Counter penyejuk memerlukan pembelajaran perilaku sehat yang dapat menggantikan masalah perilaku. Relaksasi bisa counter stres; pernyataan counter bisa mengintip tekanan; penggantian nikotin dapat menggantikan rokok, dan makanan bebas lemak dapat pengganti yang lebih aman.

Penguatan Manajemen menyediakan konsekuensi untuk mengambil langkah-langkah dalam arah tertentu. Sementara penguatan manajemen dapat mencakup penggunaan hukuman, kami menemukan bahwa self-pengubah bergantung pada hadiah lebih dari hukuman. Jadi bala ditekankan, karena filsafat model panggung adalah untuk bekerja secara harmonis dengan bagaimana orang berubah secara alami. kontrak kontingensi, terbuka dan bala rahasia, positif self-laporan dan pengakuan kelompok prosedur untuk penguatan meningkat dan probabilitas bahwa sehat tanggapan akan diulangi.

Self-pembebasan adalah baik kepercayaan bahwa seseorang dapat mengubah dan komitmen dan recommitment untuk bertindak berdasarkan keyakinan itu. resolusi Tahun Baru, kesaksian publik, dan beberapa daripada pilihan tunggal dapat meningkatkan diri pembebasan atau apa kemauan panggilan publik. Motivasi penelitian menunjukkan bahwa orang dengan dua pilihan memiliki komitmen yang lebih besar dibandingkan orang dengan satu pilihan; mereka dengan tiga pilihan memiliki komitmen yang lebih besar; empat pilihan tidak lebih meningkatkan daya akan. Jadi dengan perokok, misalnya, tiga pilihan tindakan yang sangat baik mereka dapat diberikan adalah kalkun dingin, penggantian memudar dan nikotin nikotin.

Untuk berhenti merokok, setiap proses berkaitan dengan tahap perubahan dengan fungsi lengkung. menggunakan Proses adalah minimum di Precontemplation, meningkat selama tahap tengah, dan kemudian menurun selama tahap terakhir. Proses berbeda dalam tahap dimana penggunaan mencapai puncaknya. Biasanya, proses pengalaman penggunaan mencapai puncak awal dan proses perilaku mencapai puncak penggunaan terlambat. Gambar 5 menggambarkan hubungan proses stage untuk dua proses, Kesadaran Budidaya dan Pengendalian Stimulus, eksemplar proses pengalaman dan perilaku, masing-masing.

Gambar 5. Hubungan antara Tahap dan Proses dua sampel, Kesadaran Budidaya dan Stimulus Control

Ringkasan

Model Transtheoretical memiliki implikasi umum untuk semua aspek pengembangan dan implementasi intervensi. Kami secara singkat akan menjelaskan bagaimana dampak pada lima bidang: rekrutmen, retensi, kemajuan, proses, dan hasil.

Model Transtheoretical merupakan model yang sesuai untuk perekrutan dari seluruh penduduk. intervensi tradisional seringkali berasumsi bahwa individu siap untuk mengubah perilaku langsung dan permanen. Strategi perekrutan mencerminkan bahwa asumsi dan, sebagai akibatnya, hanya sebagian kecil penduduk berpartisipasi. Sebaliknya, Model Transtheoretical tidak membuat asumsi tentang bagaimana individu siap untuk berubah. Ia mengakui bahwa individu-individu yang berbeda akan secara bertahap berbeda dan bahwa intervensi yang tepat harus dikembangkan untuk semua orang. Akibatnya, tingkat partisipasi yang sangat tinggi telah dicapai.

Model Transtheoretical dapat menghasilkan tingkat retensi tinggi. intervensi tradisional seringkali memiliki tingkat putus sekolah sangat tinggi. Peserta menemukan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan mereka dan kesiapan dan program intervensi. Karena program ini tidak cocok kebutuhan mereka, mereka cepat putus sekolah. Sebaliknya, Model Transtheoretical yang dirancang untuk mengembangkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik dari individu. Karena intervensi yang individual dengan kebutuhan mereka, orang-orang lebih jarang drop out karena karakteristik permintaan yang tidak tepat.

Model Transtheoretical dapat memberikan tindakan sensitif kemajuan. Aksi berorientasi program biasanya menggunakan, tunggal sering diskrit, ukuran hasil. Setiap kemajuan yang tidak mencapai kriteria tidak diakui. Hal ini terutama masalah pada tahap awal dimana kemajuan biasanya tidak mudah melibatkan perubahan yang diamati dalam pola perilaku yang jelas. Sebaliknya, Model Transtheoretical mencakup seperangkat ukuran hasil yang sensitif terhadap berbagai macam perubahan kognitif, emosional, dan perilaku dan mengakui dan memperkuat langkah-langkah yang lebih kecil dari pendekatan berorientasi aksi tradisional.

Model Transtheoretical dapat memfasilitasi analisis dari mekanisme mediational. Intervensi kemungkinan akan diferensial efektif. Mengingat beberapa konstruk dan jelas hubungan, model tersebut dapat memfasilitasi proses analisis dan panduan modifikasi dan peningkatan intervensi. Sebagai contoh, analisis pola transisi dari satu tahap ke tahap lainnya dapat menentukan apakah intervensi itu lebih berhasil dengan individu dalam satu panggung dan tidak dengan individu dalam tahap yang lain. Demikian juga, analisis menggunakan proses dapat menentukan apakah intervensi yang lebih berhasil dalam mengaktifkan penggunaan beberapa proses.

Model Transtheoretical dapat mendukung penilaian yang lebih tepat hasil. Intervensi harus dievaluasi dari segi dampaknya, yaitu perekrutan kali tarif kemanjuran. Misalnya, intervensi berhenti merokok bisa memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi tetapi tingkat rekrutmen sangat rendah. Intervensi ini dinyatakan efektif akan memiliki dampak yang sangat kecil pada tingkat merokok dalam populasi. Sebaliknya, sebuah intervensi yang kurang efektif namun memiliki tingkat rekrutmen yang sangat tinggi dapat memiliki dampak penting pada tingkat merokok dalam populasi. Intervensi berdasarkan model Transtheoretical memiliki potensi baik memiliki khasiat yang tinggi dan tingkat rekrutmen tinggi, sehingga secara dramatis meningkatkan dampak potensial kami pada seluruh populasi individu dengan risiko kesehatan perilaku.

Referensi

Bandura, A. (1977). Self-efficacy: Menuju penyatuan teori perubahan perilaku. Psychological Review, 84, 191-215.

Bandura, A. (1982). Self-efficacy mekanisme agensi manusia. American Psikolog, 37, 122-147.

Bollen, K. A. (1989). Sebuah cocok indeks baru tambahan untuk umum model persamaan struktural. Sosiologis Metode Penelitian,, 17 303-316.

Botelho, RJ, Velicer, WF, & Prochaska, JO (1998). Ahli sistem untuk memotivasi perubahan perilaku kesehatan: II. Mengevaluasi prospek masa depan untuk diseminasi. Naskah yang sedang diperiksa.

Cohen, J. (1977). Daya analisis statistik untuk ilmu perilaku (rev ed.). New York: Academic Press.

Cronbach, L. J., (1951). Koefisien alpha dan struktur internal tes. Psychometrika, 16, 297-334.

DiClemente, CC (1981). Self-efficacy dan pemeliharaan merokok penghentian: Sebuah laporan awal. Cognitive Therapy dan Penelitian, 5, 175-187.

DiClemente, CC (1986). Self-efficacy dan perilaku adiktif. Jurnal Psikologi Sosial dan Klinis, 4, 302-315.

DiClemente, CC, Prochaska, JO, Fairhurst, S., Velicer, WF, Rossi, JS, & Velasquez, M. (1991). Proses berhenti merokok: Sebuah Analisis precontemplation, kontemplasi dan kontemplasi / tindakan. Jurnal Psikologi Consulting and Clinical, 59, 295-304.

Etter, J-F, Perneger, T. V., & Ronchi, A. (1997). Distribusi perokok dengan tahap: perbandingan Internasional dan asosiasi dengan prevalensi merokok. Preventive Medicine, 26, 580-585.

Fava, JL, Norman, GJ, Redding, CA, Keller, S., Robbins, ML, Maddock, JE, Evers, K. & Dewart, S. (1997). Manajemen Stres Multidimensional Perilaku Inventory. Stres Kerja Grup Manajemen, Pusat Penelitian Pencegahan Kanker, Universitas Rhode Island, Kingston, RI.

Fava, JL, Norman, GJ, Redding, CA, Levesque, DA, Evers, K., & Johnson, S. (1998). Sebuah Proses Ukur Perubahan Manajemen Stres. Makalah disajikan pada Nineteenth Ilmiah Sidang Tahunan Society of Behavioral Medicine, New Orleans, Maret.

Fava, JL, Norman, GJ, Levesque, DA, Redding, CA, Johnson, S., Evers, K., & Reich, T. (1998) Ukuran Saldo putusan untuk Manajemen Stress. Makalah disajikan pada Nineteenth Ilmiah Sidang Tahunan Society of Behavioral Medicine, New Orleans, Maret.

Fava, JL, Ruggiero, L., & Grimley, DM (di tekan). Pengembangan dan konfirmasi struktural dari Rhode Island Stres dan Coping Persediaan. Jurnal Kedokteran Perilaku, 00, 000-000.

Fava, JL, Velicer, WF, & Prochaska, JO. (1995). Menerapkan Model Transtheoretical untuk sampel yang representatif dari perokok. Addictive Perilaku, 20, 189-203.

Fiore, MC, Smith, SS, Jorenby, DE, & Baker, TB (1994). Efektivitas patch nikotin untuk berhenti merokok: A meta-analisis. Jurnal Asosiasi Medis Amerika, 271, 1940-1947.

Flay, B. R. (1985). Pendekatan psikososial untuk pencegahan merokok: Sebuah tinjauan temuan. Psikologi kesehatan, 4, 449-488.

Jackson, D. N. (1970). Sebuah sistem sekuensial untuk pengembangan skala kepribadian. Dalam CD Spielberger, (ed.), topik Lancar dalam psikologi masyarakat dan klinis, Vol. 2. Orlando, FL: Academic Press, hal 61-96.

Jackson, D. N. (1971). Dinamika tes kepribadian terstruktur. Psychological Review, 78, 229-248.

Janis, I. L., & Mann, L. (1977). Pengambilan keputusan: Suatu analisis psikologis konflik, pilihan dan komitmen. New York: Free Press.

Johnson, SS, Norman, GJ, & Fava, JL (1998). Apakah Subjek dalam Pemeliharaan Manajemen Stres di Risiko untuk kambuh? Makalah disajikan pada Nineteenth Ilmiah Sidang Tahunan Society of Behavioral Medicine, New Orleans, Maret.

Jöreskog, K. C., & Sörbom, D. (1989). LISREL 7: Sebuah panduan untuk program dan aplikasi. (2nd ed.). Chicago: SPSS Inc

Kohut, FJ, Berkman, LF, Evans, DA, & Cornoni-Huntley, J. (1993) Dua bentuk pendek dari CES-D Depresi Gejala Index. Jurnal Aging dan Kesehatan, 5, 179-193.

Lazarus, R. S. (1966). Stres psikologis dan proses coping. New York: McGraw-Hill Book Co

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stres, penilaian dan coping. New York: Springer Publishing Co

Leventhal, H. & Cleary, P. D. (1980). Masalah merokok: Sebuah tinjauan penelitian dan teori dalam modifikasi perilaku risiko. Psychological Bulletin, 88, 370-405.

Norman, GJ, Fava, JL, Levesque, DA, Redding, CA, Johnson, S., Evers, K., & Reich, T. (1997). Sebuah Persediaan untuk Mengukur Keyakinan untuk Mengelola Stres. Annals of Behavioral Medicine, 19 (suplemen), 78.

Prochaska, J. O. (1994). Kuat dan lemah prinsip untuk maju dari precontemplation untuk bertindak atas dasar dua belas masalah perilaku. Psikologi kesehatan, 13, 47-51.

Prochaska, J. O., & DiClemente, C. C. (1983). Tahapan dan proses perubahan diri merokok: Menuju suatu model integratif perubahan. Jurnal Psikologi Consulting and Clinical, 51, 390-395.

Prochaska, JO, DiClemente, CC, Velicer, WF, Ginpil, S., & Norcross, JC (l985). Memprediksi perubahan status diri pengubah. Addictive Perilaku, l0, 395-406.

Prochaska, JO, DiClemente, CC, & Norcross, JC (1992). Dalam pencarian tentang bagaimana orang berubah: Aplikasi untuk perilaku adiktif. American Psikolog, 47, 1102-1114.

Prochaska, JO, DiClemente, CC, Velicer, WF, & Rossi, JS (1993). Standar, individual, interaktif dan personal self-help program untuk berhenti merokok. Psikologi kesehatan, 12, 399-405.

Prochaska, J. O., & Velicer, W.F. (1997). Para Transtheoretical Model perubahan perilaku kesehatan. American Journal of Promosi Kesehatan, 12, 38-48.

Prochaska, JO, Velicer, WF, DiClemente, CC, & Fava, JL (1988). Mengukur proses-proses perubahan: Aplikasi untuk penghentian merokok. Jurnal Psikologi Consulting and Clinical, 56, 520-528.

Prochaska, JO, Velicer, WF, DiClemente, CC, Guadagnoli, E., & Rossi, J. (1991). Pola Perubahan: Sebuah tipologi dinamis diterapkan untuk berhenti merokok. Multivarian Perilaku Penelitian, 26, 83-107.

Prochaska, JO, Velicer, WF, Fava, JL, Rossi, JS, & Tsoh, J. (1998a). Sebuah panggung-cocok intervensi sistem pakar untuk total populasi perokok. Naskah yang sedang diperiksa.

Prochaska, JO, Velicer, WF, Fava, JL, Ruggiero, L., Laforge, RG, & Rossi, JS (1998b). Konselor dan perangkat tambahan kontrol stimulus dari tahap intervensi sistem pakar cocok untuk perokok dalam suasana managed care. Naskah yang sedang diperiksa.

Prochaska, JO, Velicer, WF, Rossi, JS, Goldstein, MG, Marcus, BH, Rakowski, W., Fiore, C., Harlow, LL, Redding, CA, Rosenbloom, D., & Rossi, SR (1994) . Tahapan perubahan dan keseimbangan putusan selama 12 perilaku masalah. Psikologi kesehatan, 13, 39-46.

Robbins, ML, Fava, JL, Norman, GJ, Velicer, WF, Redding, C., & Levesque, DB (1998). Tahapan Perubahan Manajemen Stres di Tiga Sampel. Makalah disajikan pada Nineteenth Ilmiah Sidang Tahunan Society of Behavioral Medicine, New Orleans, Maret.

Stewart, AL, Hays, RD, & Ware, JE, Jr (1988). MOS pendek formulir survei kesehatan umum: Reliabilitas dan validitas pada populasi pasien. Medical Care, 26, 724-735.

Susser, M., & Susser, E. (1996). Memilih masa depan bagi epidemiologi: II Eras dan paradigma. American Journal of Public Health,, 86 668-673.

Tucker, L. R., & Lewis, C. (1973). Sebuah reliabilitas koefisien untuk analisis faktor kemungkinan maksimum. Psychometrika, 38, 1-10.

Veit, C. T., & Ware, J. E., Jr (1983). Struktur tekanan psikologis dan kesejahteraan pada populasi umum. Jurnal Psikologi Consulting and Clinical, 51, 730-742.

Velicer, WF, Botelho, RJ, & Prochaska, JO. (1998). Ahli sistem untuk memotivasi perubahan perilaku kesehatan: I. Metode, aplikasi, dan hasil studi. Naskah ditinjau, 1997.

Velicer, WF, DiClemente, CC, Prochaska, JO, & Brandenberg, N. (1985). Ukuran putusan keseimbangan untuk menilai dan memprediksi status merokok. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 48, 1279-1289.

Velicer, WF, DiClemente, CC, Rossi, JS, & Prochaska, JO (1990). Kambuh situasi dan self-efficacy: Sebuah model integratif. Addictive Perilaku, 15, 271-283.

Velicer, WF, Fava, Prochaska, JL JO, Abrams, DB, Emmons, KM, & Pierce, J. (1995). Distribusi perokok demi tahap dalam tiga sampel representatif. Preventive Medicine, 24: 401-411.

Velicer, WF, Laforge, RG, Levesque, DA, & Fava, JL (1994). Validasi pengembangan dan awal Merokok Kebijakan Inventarisasi. Pengendalian Tembakau, 3, 347-355.

Velicer, W.F., & Prochaska, J. O. (di tekan). Sebuah sistem pakar intervensi untuk berhenti merokok. Pasien Pendidikan dan Konseling, 00, 00-00.

Velicer, WF, Prochaska, JO, Bellis, JM, DiClemente, CC, Rossi, JS, Fava, JL, & Steiger, JH (1993).